Benarkah 'CELUP' Hanya Sebuah Tugas Kuliah?

28 Dec 2017 02:47 Surabaya

Beberapa jam lalu, saat jagat media sosial digegerakan dengan viralnya sebuah kampanye 'anti-asusila' bernama CELUP, Akun Official gerakan yang digagas oleh lima mahasiswa desain Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, membuat klarifikasi.

Mereka mengaku, jika kampanye yang mendorong orang untuk memotret pasangan yang sedang bermesraan di ruang publik dan menyebar luaskannya lewat sosial media @cekrek.lapor.upload di instagram hanya sebuah tugas kuliah.

"Kami mengklarifikasi bahwa CELUP hanyalah sebuah contoh tugas kuliah yang tidak "real" untuk dilakukan. Tugas kami hanya mendesain sebuah media tidak lebih dari sekedar tugas," tulis mereka, lewat official account CELUP di aplikasi pesan instan Line, Kamis, 28 Desember 2017.

Soal tudingan banyak pihak yang diarahkan padanya, mereka menjawab hingga saat ini pihaknya belum pernah sekalipun mengunggah foto tindak asusila yang menjadi concern kampanye mereka.

"Untuk artikel dari plasticdeath atau Detha, kami sama sekali belum pernah berkomunikasi secara langsung dan mengijinkan tulisannya utk dirilis. Semua fakta disana belum tentu benar. Tidak ada bukti bahwa kami telah mengupload foto pelaku tindak asusila di media sosial," ujarnya

Sebagaimana diketahui, kampanye ini menjadi menjadi viral bermula saat seorang Netizen bernama Detha Prastyphylia, menyebar luaskan hasil foto brosur dan hasil penelusurannya tentang CELUP melalui sebuah tulisan di blog pribadinya yang dicuitkannya pada akun Twitter @prastyphylia.

 

 

 

Hal itu kemudian menjadi viral setelah beberapa publik vigur me-retweet ulang cuitan Detha. Salah satunya ialah sutradara Joko Anwar lewat akun Twitternya.

"Sementara mahasiswa dari negara lain berinovasi di teknologi untuk kemudahan hidup umat manusia, beberapa mahasiswa Indonesia bikin campaign untuk memotret orang pacaran," ujarnya melalui akun @jokoanwar.

Di akhir, CELUP yang digawangi oleh lima orang mahasiswa studi desain komunikasi visual Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur ini memohon maaf bila ada pihak yang tersinggung dengan tugas kuliahnya.

"Sekali lagi kami memohon maaf kepada media dan teman-teman yang merasa tersinggung dan terganggu," ujarnya.

Benarkah CELUP hanya tugas kuliah?

Tim ngopibareng.id hinggga kini masih berupaya mencari penjelasan pihak Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, terkait kampanye anti-asusila, CELUP, namun saat berita ini dirilis, kami belum mendapatkan respon. (frd)

Penulis : Farid Rahman


Bagikan artikel ini