Hai, ayo sini, Mau yang seru kan... Ayo. foto:disparsumut

Ben Gak Bosen, Menjelajahi Gunungsitoli yuk...

Destinasi 19 May 2018 04:57 WIB

Bosan dengan gaya liburan yang begitu-begitu aja? Ingin merasakan liburan dengan sensasi berbeda? Kalau jawabannya ya, coba deh singgah ke Muara Indah,  Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara. 

Liburan dijamin akan lebih berwarna. Sebab, selain menjelajahi keindahan Danau (Luaha Talu) Sitefatö, kita juga bisa mencoba arena outbound yang seru.

"Eksplore ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli, bekerjasama dengan berbagai pihak. Terutama Kelompok Pecinta Alam (KPA) Tapak Kaki. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata Kota Gunungsitoli, Khususnya destinasi Muara Indah," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli, Yasokhi T. Harefa.

Eksplore Objek Wisata 2018 memang seru. Kegiatan pertama, peserta diajak menyusuri kawasan Muara Indah serta Danau Luaha Talu yang unik.

Kawasan Muara Indah dan Danau Sitefato, berbatasan langsung dengan Pantai Hoya dan Pantai Charlita. Di tempat itu, banyak ditemui hutan bakau yang indah hijau menghampar. Airnya pun jernih. Berbalut dengan hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan.

Ada langit ada laut di bawah langit uhuiii seru kan fotodisparsumutAda langit ada laut di bawah langit, uhuiii seru kan... foto:disparsumut

"Destinasi ini memiliki banyak keistimewaan untuk dikembangkan. Baik itu wisata rekreasi (family tourism), wisata bahari (marine tourism), serta wisata kreatif (creative tourism). Dan semua dirangkum melalui wisata edukasi (edutourism). Spot-spotnya juga menarik dan menjadi favorit sebagai lokasi foto prawedding. Jadi sangat potensial untuk pengembangan ekowisata atau ecotourism untuk pelestarian alam,” kata Yasokhi.

Keseruan tidak berhenti sampai disitu. Puas menikmati keindahan Kawasan Muara Indah, peserta diajak mengikuti keseruan di Area Outbound. Beragam aktivitas outbound, mampu memacu adrenalin para peserta. Ada halang rintang setinggi 5 meter, meniti tali dengan ketinggian 3 meter, hingga flying fox setinggi 8 meter. Soal keamanan  tak perlu ragu. Karena semua wahana telah dilengkapi dengan peralatan safety yang baik. 

"Kami juga mengajak peserta untuk mengikuti permainan game kreatif berupa character building, team building yang dipandu oleh rekan-rekan KPA Tapak Kaki. Yang pasti semuanya seru," timpal Ketua KPA Tapak Kaki Kaleb Halawa

Kaleb menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya salah satu kunci dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism) adalah dengan mengembangkan strategi Pariwisata berbasis Komunitas (Community Based Tourism). 

Turut hadir dalam kegiatan ini Pimpinan Garuda Indonesia Cabang Nias Benny Mapram, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan mewakili Kota Gunungsitoli Yardius Gea, SKPD terkait, Camat Gunungsitoli Utara Hilman Polem, Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) Nias, awak media dan utusan sekolah serta undangan lainnya.

Apresiasi pun diberikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, kegiatan ini sangat baik untuk mengangkat destinasi wisata Kota Gunungsitoli. 

“Ini merupakan langkah strategis untuk mengangkat destinasi Muara Indah. Saya harap kedepannya akan semakin ditata sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik di Kota Gunungsitoli. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan potensi PAD Kota Gunungsitoli dari sektor Pariwisata," kata Menpar Arief Yahya. 

Selain itu, Menpar menilai kegiatan seperti ini harus semakin sering dilakukan. Karena merupakan bentuk promosi yang baik bagi pariwisata Kota Gunungsitoli. Terlebih lagi akses yang baik kini telah dimiliki oleh Kota Gunungsitoli. 

"Kalau soal atraksi alam saya sudah tidak ragu lagi. Gunungsitoli pasti keren. Saran saya undang lebih banyak influencer untuk mengeksplor pesona Gunungsitoli. Baik itu media nasional apalagi sosial media influencer. Arahkan mereka menjadi endorser destinasi pariwisata  Gunungsitoli. Saya yakin gaung destinasi Gunungsitoli makin nge-hits lagi," ujar Menteri asal Banyuwangi itu. (*)

Penulis : Widi Kamidi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 May 2020 12:28 WIB

Yogyakarta Percontohan New Normal, Kenapa Bukan Surabaya?

Nasional

Apa saja persiapan Yogyakarta untuk menjadi percontohan new normal?

02 Mar 2020 17:59 WIB

Pelaku Wisata di Malang Sambut Baik Diskon Tiket Pesawat

Destinasi

Malang jadi salah satu destinasi kebijakan tersebut

01 Mar 2020 09:15 WIB

Ayo Serbu, Mulai Hari Ini 430 Ribu Tiket Pesawat Diskon 50 Persen

Ekonomi dan Bisnis

Berlaku untuk 10 destinasi di Indonesia

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...