Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera. (Foto: Roesdan/ngopibareng.id)

Raya Gubeng Ambles, Jumlah Saksi Bertambah, Tersangka Masih Satu

Surabaya 02 January 2019 12:16 WIB

Kepolisian Daerah Jawa Timur sampai dengan saat ini masih terus memeriksa 39 orang saksi untuk kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng yang terjadi pada 18 Desember yang lalu. Jumlah saksi yang diperiksa ini berkembang dari yang sebelumnya yang hanya 37 orang.

Dari 39 orang tersebut, satu di antaranya dengan inisial F sudah ditetapkan menjadi tersangka. Tersangka dengan inisial F  ini kapasitasnya sebagai perencana proyek dalam pembangunan basement Rumah Sakit Siloam Surabaya. Kepastian tersangka dengan inisial F ini disampaikan langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan yang mengunjungi lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng pada 31 Desember kemarin.

"Kemarin, kami dari Polda Jawa Timur tetap berpatokan bahwa memang ada tersangka yang nantinya disampaikan oleh Kapold. Bahwa inisial F ini tetap kita lanjutkan pemeriksaannya sesuai dengan peranannya pelaksana inilah yang sementara dulu menjadi fokus," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim Rabu 2 Januari 2019.

Pemeriksaan terhadap siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng ini tak hanya sebatas kepada operator di lapangan saja. Namun, Polda Jawa Timur juga akan melihat dari segala aspek. Mulai dari perencanaan dan perizinan.

"Kita akan masuk kepada bagian perencanaannya. Kemudian masuk ke manajemen masuk ke setelah itu perizinan.  Semua akan masuk dalam pemeriksaan polisi," ujar Barung.

Meski, Barung menjanjikan akan memeriksa dari semua sudut dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, namun hingga kini, Polda Jawa Timur menyatakan masih belum ada penambahan tersangka. Hingga saat ini, tersangkanya masih tetap satu seperti yang sudah disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan pada 31 Desember lalu.

"Sementara masih belum penambahan. Tersangka masih seperti yang disebutkan oleh Kapolda. Soal apakah F ini akan ditahan atau tidak, menunggu keputusan," pungkas Barung.  (ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 Mar 2020 18:20 WIB

Bilik Penyemprotan Disinfektan Berdiri di Depan Gedung Grahadi

Ngopi Foto

Bilik penyemprotan disinfektan berdiri di depan Gudung Grahadi Surabaya

31 Mar 2020 17:13 WIB

Curhat Kepala Puskesmas, Banyak Warga yang Iseng Isi Aplikasi

Surabaya

Kepala puskesmas Ngangel, minta masyarakat lebih bijak untuk Covid-19.

31 Mar 2020 17:00 WIB

Diendorse Arisan Bodong, Tyara Barbie Kapok Urusan dengan Polisi

Kriminalitas

Tyara Barbie diperiksa untuk pengembangan kasus arisan online

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.