Tanaman sirih yang ditanam di Kampung Herbal. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

Belum Ada Jamu Anti Corona, Kata Dosen ITS

Surabaya 05 April 2020 02:20 WIB

Akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh November menegaskan tak ada jamu anti corona. Sri Fatmawati, dosen dari Jurusan Kimia ITS menjelaskannya dalam video edukasi sepanjang 1 menit 1 detik.

Mengenakan kerudung biru, Sri Fatmawati menjawab tentang pertanyaan ada tidaknya jamu anti corona. “Jawabannya nggak ada, karena jamu anti corona berarti bisa mencegah masuknya virus corona ke tubuh kita. Dan itu belum ada,” kata Fatmawati dalam videonya.

Ia lantas melanjutkan, jika ia percaya bahwa jamu bisa meningkatkan kekebalan tubuh atau imunitas. “Tapi kalau jamu untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita, itu ada,” katanya.

Ia lantas menyebutkan sejumlah rempah yang tak asing di lingkungan masyarakat Jawa Timur. Sepert kunyit, jahe, dan temulawak. “Itu Memang saintifik, secara pembuktian ilmiah memang ada kecenderungan ekstrak dari bahan itu bisa meningkatkan sistem imun manusia,’ katanya.

Sri Fatmawati dikenal sebagai anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Video edukasi tersebut beredar di aplikasi media sosial Whatsapp.

Sebelumnya, sejumlah ilmuwan di Surabaya juga mendukung konsumsi rempah-rempah untuk meningkatkan daya tahan tubuh di tengah pandemi covid-19 ini.

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 May 2020 19:20 WIB

Pemkot Batu Karantina Desa Giripurno, 232 Warga Dites Covid-19

Jawa Timur

Desa Giripurno resmi dikarantina lokal hingga 5 Juni 2020.

26 May 2020 19:09 WIB

Up Date: Seluruh Provinsi Terpapar COVID, di 406 Kabupaten/Kota

Nasional

Seluruh provinsi di Indonesia telah terpapar COVID-19.

26 May 2020 19:05 WIB

Tumben, Jumlah Pasien Positif di RS Unair Berkurang

Jawa Timur

Jumlah pasien di RS Unair menurun 12 orang, pertama kali setelah PSBB.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.