Belasan Pelajar Muslim Philipina Kunjungi MAN 2 Pasuruan

29 Oct 2019 23:19 Ngopibareng Pasuruan

Puluhan pelajar muslim Philipina yang tergabung dalam Delegasi Internasional Pemuda Muslim Mindanau melakukan kunjungan ke MAN 2 Pasuruan, Selasa, 29 Oktober 2019.

Mereka datang ke MAN 2 Pasuruan untuk belajar lebih dalam tentang pendidikan reproduksi remaja yang dikaitkan dengan kajian kitab Al Qur’an dan alat peraga.

George (16), salah satu pelajar Philipina mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar yang ada di MAN 2 Pasuruan. Menurutnya, para pelajar MAN 2 Pasuruan sudah memahami betul pengetahuan seputar reproduksi seksual, sejak dini. Sehingga para pelajar dapat terhindar dari budaya free sex alias seks bebas seperti di negara-negara barat.

"The students here were amazing. They could learn about sex reproduction well. I Really appreciated it (Pelajar-pelajar di sini luar biasa. Mereka bisa belajar tentang reproduksi dengan sangat baik. Saya kagum akan hal itu)," katanya.

Kepala Bagian Kerja Sama Teknis Selatan- Selatan Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementrian Sekretariat Negara Riky Syailendra mengatakan kunjungan puluhan pelajar Philipina ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani kependudukan.

Sedangkan dipilihnya MAN 2 Pasuruan, karena satu-satunya sekolah Jawa Timur yang mampu mengintergrasikan antara pendidikan reproduksi seksual dengan materi pembelajaran yang ada di pondok pesantren. Serta MAN 2 Pasuruan telah memperoleh SK sebagai Sekolah Kependudukan di Jawa Timur.

"Kebetulan MAN 2 Pasuruan terintegrasi dengan Pondok Pesantren Al Yasini. Jadi selain diberikan dalam pelajaran Biologi, pengetahuan seputar reproduksi remaja juga dipelajari melalui Ayat Suci Al Qur’an. Tak hanya itu, dalam urusan kependudukan, Indonesia telah dianggap kampiun. Khususnya dalam menekan laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya," katanya.

Sementara, Kepala MAN 2 Pasuruan, Firmansyah menyambut baik kedatangan para pelajar Philipina dan Malaysia ke sekolahnya. Kata Firmansyah, pembelajaran reproduksi remaja sudah diberikan sejak kelas X.

Selain dalam pelajaran Biologi, para pelajar juga nyantri. Dalam artian mengikuti seluruh kegiatan keagamaan di Ponpes Al Yasini, termasuk pembahasan reproduksi.

"Di dalam Al Qur’an semuanya sangat lengkap. Membahas apapun yang ada di dunia dan akhirat. Termasuk kalau berbicara tentang reproduksi, itu adalah salah satu yang juga ditekankan kepada para santri. Insya Allah para guru di sini sangat kompeten dan menjaga betul seluruh muridnya," katanya. (sumber: www.pasuruankab.go.id)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini