Model penginapan di Dusun Sahabat Alam, Kecamatan Karangploso, Malang. (Foto: Theo/ngopibareng.id)

Belajar Tentang Lingkungan di Dusun Sahabat Alam di Malang

Jalan-Jalan Yuk 11 January 2020 13:35 WIB

Awalnya menjadi tempat pembuangan limbah. Namun, kemudian berhasil disulap menjadi camping ground. Itu yang terjadi di Dusun Lasah, Desa Tawangargo, Karangploso, Malang.

Delapan tahun yang lalu atau sekitar 2012 dusun ini sejatinya hanya dusun yang dikenal sebagai tempat pembuangan limbah. Namun setahun kemudian, lokasi tersebut disulap menjadi tempat camping. Lokasi tersebut kemudian diberi nama Dusun Sahabat Alam. Luasnya mencapai 2,5 hektar. Selain tempat camping, lokasi itu dijadikan sarana wisata edukasi lingkungan.

"Sesuai dengan namanya Dusun Sahabat Alam, memang konsep yang diusung edukasi lingkungan," jelas Admin Kantor Dusun Sahabat Alam, Arifin.

Bagi wisatawan yang memilih untuk berkemah di Dusun Sahabat Alam mereka akan diberi pengetahuan seputar edukasi lingkungan, belajar menanam, belajar panen, belajar astronomi, dan tracking alam.

"Ada juga kadang acara-acara keluarga seperti family gathering," terang Arifin.

Arifin menjelaskan jika yang biasa berkemah di Dusun Sahabat Alam mulai dari TK, SD, SMP, SMA, sampai mahasiswa.

"Kami juga menyediakan outbound khusus bagi anak-anak. Kalau di tempat lain kan kebanyakan cuma menyediakan lapangan. Tapi beberapa sekolahan terutama SD suka yang sudah siap seperti ini, sehingga tidak ribut" jelasnya.

Penginapan di Dusun Sahabat Alam seluruh konstruksi bangunannya berasal dari kayu. Ini dilakukan agar para wisatawan dapat memaknai hidup di alam.

Biaya untuk kemah di Dusun Sahabat Alam, wisatawan dikenakan biaya sebesar Rp500 ribu per malam untuk sewa pendopo dan lokasi camping ground.

"Untuk tenda ada biaya sewa sendiri, per tendanya Rp300 ribu. Itu sudah semuanya termasuk lapangan, kamar mandi, listrik, dan semuanya," ungkap Arifin.

Ke depannya Dusun Sahabat Alam ingin mengembangkan lokasi outboundnya agar lebih menantang.

"Harapannya nanti kita akan kembangkan lokasi outbound agar lebih menantang, semoga tercapai," tutupnya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 05:25 WIB

LIPI Sebut Jawa Berpotensi Gempa dan Tsunami Raksasa

Warta Bumi

Lempeng 800 Km di selatan Jawa bergeser akan timbulkan gempa magnitudo 9.

26 Sep 2020 04:33 WIB

Pejabat Tinggi Tahta Suci Vatikan Mengaku Dipaksa Mundur

Internasional

Cardinal Giovanni Becciu mundur dari jabatannya.

26 Sep 2020 03:30 WIB

Magawa, Tikus Afrika yang Mengendus 67 Ranjau Darat

Internasional

Magawa mendapatkan penghargaan medali emas.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...