Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Istimewa)

Bekal Hidup, Haedar: Manusia yang Hanya Pasrah Pasti Tertinggal

Ngopibareng.id Khazanah 16 September 2020 10:14 WIB

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, mengingatkan pentingnya mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman. Hal itu, semata-mata sebagai bekal kehidupan sebab di masa revolusi teknologi 4.0 ini persaingan semakin ketat dan tinggi. Menurutnya, manusia yang pasrah dan memiliki kompetensi sekadarnya sudah pasti tertinggal.

“Karena itu belajar tidak cukup dari yang disampaikan dosen. Kalian harus punya mental dan tradisi berilmu yang tinggi. Pertama, harus cinta membaca. Semangat mencari ilmu harus menjadi bagian dari denyut nadi kalian sebagai mahasiswa. Jangan ada mental asal saja,” kata Haedar Nashir, dalam keterangan Rabu 16 September 2020.

“Semangat mencari ilmu, niati untuk betul-betul belajar mencari ilmu dan membina diri sehingga ilmu yang diperoleh dan kualitas diri yang kita bentuk ada peningkatan yang kualitatif dan kuantitatif yang lebih tinggi derajatnya. Siswa yang maha itu harus lahir dari niat dan kemandirian untuk belajar. Dan motivasi belajar itu muncul dari diri sendiri sekaligus menjadi modal mengarungi tantangan hidup yang lebih berat,” tutur Haedar.

Ia mengungkapkan hal itu, dalam menyambut mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Palembang secara daring, Selasa. Haedar Nashir memberikan sejumlah nasihat sebagai pegangan bagi para mahasiswa baru sebelum memasuki kehidupan kampus.

Selain itu, di masa revolusi teknologi yang menggiring jiwa manusia semakin robotik, Haedar berpesan agar para mahasiswa membina diri dengan kesadaran akhlak mulia, sebab karakter kebaikan yang universal itu kini langka dan sangat berharga.

“Kalau kita jujur, amanah, adil dan cerdas maka semua orang akan suka. Itu bukan kewajiban agama tapi kebutuhan objektif personal. Jangan merasa tuntutan dari luar, tapi kebutuhan dari diri sendiri. Nilai-nilai akhlak itu diperlukan dalam setiap kehidupan,” jelasnya.

Orientasi dari berbagai pesan itu bagi Haedar adalah output Perguruan Tinggi dalam membangun peradaban dengan lahirnya sumber daya manusia yang unggul. Oleh sebab itu, ilmu yang didapat menurut Haedar harus membawa kemaslahatan.

“Mahasiswa harus memberi kemanfaatan bagi orang lain, jangan malah merasa istimewa, tidak berbaur dengan masyarakat. Mahasiswa harus memberikan kemanfaatan bagi diri, keluarga, bangsa, dan negara. Ilmu harus bermanfaat, jangan sampai malah membawa mafsadat,” terang Haedar.

“Di kampus tercinta ini harus kalian benar-benar manfaatkan relasi antar kita, di rumah berlaku birul walidain, dan pada saat yang sama berilmu luas, berwawasan luas, berkeahlian sesuai bidangnya, memberi kemanfaatan dengan ilmu dan akhlak yang dimiliki,” kata Haedar Nashir.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Dec 2020 03:45 WIB

Misteri Titik di Bawah Huruf Ba', Diungkap Imam Masjid Istiqlal

Khazanah

Melambangkan bibit keabadian dan kestabilan

05 Dec 2020 02:18 WIB

Memakmurkan Masjid, Jasadnya Haram Dibakar Api Neraka

Khazanah

Ummu Mahjan, perempuan renta kulit hitam selalu bersihkan masjid

05 Dec 2020 01:21 WIB

Ajakan Jihad melalui Azan Resahkan Umat? Ini Fakta dalam Islam

Islam Sehari-hari

Penjelasan KH M Cholil Nafis dari khazanah Tarikh Islam

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...