Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi sebelum digunakan untuk proses Embarkasi (foto:istimewa)

Pelabuhan Tanjungwangi Terapkan Protokol Covid-19 bagi Penumpang

Jawa Timur 21 May 2020 00:35 WIB

KM Sabuk Nusantara (Sanus) 92 kembali berlayar dari Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Rabu, 20 Mei 2020.

Sesuai protokol pencegahan Covid-19, sebelum berlayar, para penumpang ini harus melewati screening yang ketat sebelum diperbolehkan naik. Kapal ini berlayar meninggalkan pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi sekitar pukul 17.05 WIB.

General Manager PT Pelindo III Terminal Tanjungwangi Banyuwangi, M Nizar Fauzi menyatakan, seluruh penumpang harus melewati prosedur Embarkasi yang sudah ditentukan.

Sebelum melakukan pembelian tiket penumpang sudah harus mengantongi Surat Keterangan Sehat dari rumah sakit. Kemudian calon penumpang harus ada rekomendasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan.

"Setelah itu calon penumpang bisa membeli tiket kapal dan pas penumpang. Selanjutnya, calon penumpang menuju ke Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjungwangi," katanya.

Sebelum naik kapal, calon penumpang lebih dulu dicek suhu tubuh dan diminta cuci tangan. Selanjutnya dilakukan clearance dokumen oleh tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19. Selama proses ini seluruh calon penumpang harus mentaati physical distancing.

"Setelah proses pengecekan, calon penumpang diarahkan masuk ke dalam kapal," katanya.

Dia menambahkan, sebelum calon penumpang tujuan Sapeken datang, terlebih dahulu dilaksanakan penyemprotan disinfektan di terminal penumpang dan sekitarnya. Karena terminal penumpang ini digunakan oleh penumpang yang datang dari Sapeken, sehari sebelumnya.

"Kita laksanakan penyemprotan disinfektan di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjungwangi setelah proses debarkasi kemarin siang," katanya.

Untuk diketahui, KM Sanus 92 tiba di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi pada Selasa, 19 Mei 2020 pagi. Kapal ini membawa 42 penumpang. Sebanyak 37 penumpang asal Sapeken itu harus menjalani prosedur isolasi karena tidak memiliki kelengkapan administrasi seperti surat kesehatan dari tempat asalnya.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Aug 2020 14:04 WIB

Disaksikan Presiden Penyuntikan Perdana Uji Klinis Vaksin Covid-1

Nasional

Kerjasama dengan Sinovac asal China.

11 Aug 2020 13:38 WIB

Fakta Sel Kanker yang Harus Anda Ketahui

RS Adi Husada

Fakta Sel Kanker yang Harus Anda Ketahui

11 Aug 2020 13:27 WIB

Perlu Revitalisasi Karakter Ajaran Kiai Dahlan, Wasiat Kader NA

Khazanah

Pesan khusus Tokoh perempuan Muhammadiyah, Chamamah Soeratno

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...