Situasi sekitar Jalan Sikatan Gang IV, Manukan Surabaya Barat. (Foto: Haris/ngopibareng.id)

Begini Profil Terduga Teroris Sikatan Manukan

15 May 2018 19:23

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Polda Jawa Timur hingga kini masih belum keterangan resmi soal baku tembak yang terjadi di Jalan Sikatan Gang IV, Manukan Surabaya Barat. Namun berdasarkan keterangan tetangga sebelah kamar, pria yang menjadi target operasi polisi itu biasanya dipanggil dengan nama Pak Teguh. Sedangkan istrinya dipanggil dengan nama Bu Yanti.

"Kita sudah bertetangga selama dua tahun. Bu Yanti berjualan arem-arem dan puding," kata Dwi Setyo yang bertetangga samping kamar yang dikontrak Teguh.

Kata Dwi Setyo, profil Teguh maupun Yanti tak menunjukkan keanehan. Mereka juga bergaul dengan sesama tetangga. Bahkan Dwi Setyo mengaku jika sering bertemu dengan Bu Yanti saat membeli bakso.

Kondisi terkini, sudah dipasang garis polisi di sekitar kamar kontrakan Teguh. Polisi sedang melakukan identifikasi di kamar kontrakan Teguh. Sedangkan jenazah Teguh sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi.

Situasi sekitar Jalan Sikatan Gang IV, Manukan Surabaya Barat. (Foto: Haris/ngopibareng.id)

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung membenarkan jika telah terjadi baku tembak di wilayah sekitar Manukan Sikatan, Surabaya Barat sore ini sekitar 17.15 tadi. Kata Frans, petugas terpaksa menembak terduga teroris.

Tindakan keras sesuai dengan konstitusi. Kejadian seperti yang di Manukan Sikatan, masyarakat menjadi terancam karena wilayah itu cukup padat.

Kata Frans, dia belum mengantongi informasi yang cukup atas kejadian tersebut. Pasalnya, peristiwa itu masih baru saja terjadi. Namun diperkirakan usia pelaku antara 39-41 tahun berjenis kelamin pria.

"Pelaku tewas tertembak," kata Frans.

Frans menambahkan jika polisi sudah menutup area sekitar baku tembak. "Kita menutup lokasi itu, kami khawatir barang bukti yang di sana membahayakan warga yang di sekitar lokasi. Karena kita berpengalaman melihat data kejadian saat pelaku meninggal dunia pun kami menemukan banyak bom di rumah pelaku," ujar dia.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan juga membenarkan jika polisi telah menemukan sejumlah bom di rumah Tri Murtiono. Tri Murtiono adalah pelaku pengeboman bom bunuh diri di Markas Polrestabes surabaya.

Jumlah bom yang ditemukan tak tanggung-tanggung. Ada 54 bom pipa yang dimasukan dalam 27 kotak plastik.

"Masing-masing kotak plastik ada 2 pasang bom yang siap diledakan," kata Rudi.

Namun hingga kini polisi masih terus menyelidiki bom sebanyak itu digunakan untuk meledakan obyek vital yang mana. "Itu yang masih kita dalami," kata Rudi. (hrs/frd)