Beda Kasus Ahmad Dhani dipanggil Polda Jatim lagi

22 Oct 2018 15:43 Kriminalitas

Kepolisian Daerah Jawa Timur kembali memanggil Ahmad Dhani pada Selasa besok 23 Oktober 2018, tapi bukan sebagai tersangka ujaran kebencian, melainkan sebagai saksi kasus penipuan dan penggelapan.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Polda telah memanggil kemarin yang bersangkutan, tapi tidak bisa datang.

"Kasus penipuan dan penggelapan sudah dipanggil sebenarnya jadwalnya kemarin, tapi yang bersangkutan tidak datang, dan akan dijadwalkan besok status masih saksi," ujar Barung, di Mapolda Jatim, 22 Oktober 2018.

Tak hanya itu, Jumat 19 Oktober lalu, Ditreskrimum Polda Jatim sudah lakukan pencekalan di imigrasi. Antisipasi ini dilakukan agar tidak ada alasan tidak hadir karena sedang ke keluar negeri.

"Jadi sudah tiga hari. Kita harapkan surat itu sudah keluar dari pihak imigrasi, soal permintaan Polda Jatim," katanya.

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh Ahmad Dhani ini bermula sekitar tahun 2016 lalu. Saat itu, Ahmad Dhani, Eddy Rumpoko mantan Wali Kota Batu dan Zaini Ilyas bertemu di rumah dinas Eddy Rumpoko.

Saat itu, Dhani mengajak Zaini untuk ikut menanamkan investasi dalam pembangunan vila di Batu Malang. Sebagai gantinya, Dhani menjanjikan akan mengembalikan dana investasi itu ditambah keuntungan, jika Zaini mau ikut.

Zaini pun setuju. Sayangnya, janji tinggal janji. Hingga kini Zaini tak pernah menerima pengembalian uangnya sebesar Rp 200 juta. Apalagi menerima keuntungan yang dijanjikan Dhani. Zaini melalui kuasa hukumnya, akhirnya melaporkan Dhani ke ke Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Polda Jatim, dengan tuduhan penggelapan dan penipuan.

Terkait kasus ini, mantan Wali Kota Batu yang juga sedang berada dalam tahanan KPK, Eddy Rumpoko juga telah menjalani pemeriksaan. Baik Eddy maupun Dhani diduga terlibat dalam kasus penipuan tersebut. Eddy sendiri sudah lebih dulu diperiksa terkait kasus ini.

 

"Terkait pembuatan vila di Batu, Eddy Rumpoko telah diperiksa di Jakarta. Dhani juga harus diperiksa supaya keterangannya klop," kata Barung.

Barung juga menambahkan, jika pemanggilan ini bukan kriminalisasi karena ini ada yang yang lapor. "Ini ada orang yang lapor , beda dengan kriminalisasi," pungkas Barung. (ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini