Warga berswafoto di sebuah jalan yang didekorasi dengan lampu-lampu hias di Madrid, ibu kota Spanyol, Sabtu 28 November 2020. Lampu-lampu hias untuk menyemarakkan perayaan Natal itu dipasang mulai 26 November 2020 hingga 6 Januari 2021. (Foto: Antara/Xinhua/Meng Dingbo)
Warga berswafoto di sebuah jalan yang didekorasi dengan lampu-lampu hias di Madrid, ibu kota Spanyol, Sabtu 28 November 2020. Lampu-lampu hias untuk menyemarakkan perayaan Natal itu dipasang mulai 26 November 2020 hingga 6 Januari 2021. (Foto: Antara/Xinhua/Meng Dingbo)

Beda dengan Indonesia, Warga Spanyol Enggan Divaksin Covid-19

Ngopibareng.id Internasional 05 December 2020 12:03 WIB

Beda dengan di Indonesia yang mayoritas warga mau segera divaksin Covid-19, di Spanyol justru sebaliknya. Separuh warga Spanyol belum mau divaksin Covid-19. Temuan ini menurut hasil survei yang dipublikasikan.

Pemerintah Spanyol sebelumnya mengumumkan target bahwa pada pertengahan 2021 sudah ada 15-20 juta warga yang divaksinasi.

Saat beberapa vaksin anti corona sedang berada dalam pengerjaan, salah satu tantangan bagi pemerintah Spanyol adalah meyakinkan sebagian besar penduduknya agar mau divaksinasi.

Bahkan di Spanyol, negara dengan tingkat vaksinasi yang biasanya tinggi, penyuntikan vaksin COVID akan menjadi masalah, demikian disimpulkan jajak pendapat resmi yang dilangsungkan oleh Center for Sociological Studies (CIS).

Sekitar sepertiga dari populasi akan siap segera divaksin COVID-19 sementara 55,2 persen di antaranya lebih suka menunggu untuk melihat efeknya pada orang lain, menurut survei.

Jajak pendapat tersebut dilakukan pada 23-26 November pada 2.130 orang.

Dari 55,2 persen orang yang lebih suka menunggu, hampir 60 persen di antaranya akan berubah pikiran jika dokter menyarankan mereka untuk divaksin setelah dianggap berisiko atau membahayakan anggota keluarga mereka, survei menunjukkan.

Hanya 8,4 persen warga Spanyol yang menolak untuk menerima vaksin apa pun.

Spanyol pekan lalu meluncurkan rencana vaksinasi ketika badan pengatur mengeluarkan izin.

Vaksinasi akan dilakukan pada masyarakat secara gratis dan sukarela, dan akan dimulai di panti-panti jompo pada Januari.

Perdana Menteri Pedro Sanchez pada Jumat mengatakan dirinya memperkirakan antara 15 dan 20 juta orang telah divaksinasi pada Mei atau Juni 2021.

Spanyol memiliki 47 juta penduduk.

Dalam survei CIS sebelumnya, yang dilakukan antara 3 November dan 12 November, sebesar 36,8 persen responden mengatakan mereka akan segera menjalani vaksinasi.

Sementara itu, 47,8 persen mengatakan mereka tidak akan mengikuti program penyuntikan vaksin, meskipun pertanyaan dalam survei itu tidak memasukkan pilihan soal menunggu sampai mengetahui efek vaksinasi.

Penghitungan virus corona Spanyol terus turun pada Jumat, ketika otoritas kesehatan melaporkan 8.745 kasus baru.

Jumlah kasus baru itu merupakan penurunan dari Kamis 4 Desember 2020, yaitu 10.127. Jumlah kematian harian naik 214 pada Jumat menjadi total 46.252 jiwa.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Jan 2021 21:38 WIB

Ambroncius Nababan Tersangka Kasus Foto Natalius Pigai-Gorila

Hukum

Bareskrim tetapkan Ambroncius Nababan jadi tersangka.

26 Jan 2021 21:25 WIB

Vitalia Sesha Bebas Bersyarat Kasus Narkoba

Gosip Artis

Vitalia Sesha mendapatkan asimilasi dari Kemenkumham.

26 Jan 2021 21:10 WIB

Ekonomi dan Keuangan Syariah Jadi Pilar Pemulihan Ekonomi

Nasional

Ekonomi dan keuangan berpotensi besar memulihkan ekonomi nasional.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...