Bawaslu Sebut Ada Hal Janggal Sebelum Surat Tercoblos Ditemukan

Politik 12 April 2019 10:57 WIB

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menyebut, ada sejumlah hal yang janggal terkait pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di Malaysia. Sejumlah hal janggal itu misalnya, saat pelaksanaan pemungutan suara menggunakan metode Kotak Suara Keliling (KSK), Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) menolak untuk didampingi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Luar Negeri.

"Kami sudah meminta kepada KPU kepada PPLN agar pengawas TPS diikutkan dalam (pemungutan suara metode) KSK, tapi mereka menolak. Itu kan sudah ada tanda-tandanya," kata Bagja.

"Kami bilang ini sudah ada tanda-tanda mereka mau aneh-aneh," sambungnya.

Selain itu, Bagja menyebut, ada seorang Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia yang saat ini menjabat sebagai anggota PPLN. Padahal, anak dari Duta Besar Indonesia untuk Malaysia saat ini sedang ikut mencalonkan diri sebagai anggota DPR Dapil DKI Jakarta 2 yang meliputi wilayah luar negeri.

Kondisi tersebut, kata Bagja, berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

"Kami sudah mengirimkan surat kepada KPU RI untuk mengganti yang bersangkutan agar tidak terjadi konflik kepentingan karena Pak Duta Besar punya anak yang sedang running (nyaleg)," ujar Bagja seperti dikutip dari kompas.com.

Menanggapi hal ini, KPU mengaku tak pernah mendapat rekomendasi dari Bawaslu soal penggantian petugas PPLN yang juga Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia.

Pernyataan ini menegasikan keterangan Rahmat Bagja yang mengatakan telah merekomendasikan KPU untuk mengganti anggota PPLN yang bersangkutan.

"Disampaikan ke mana ya rekomendasinya? Ke mana? Kok saya belum tahu," kata Hasyim di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 11 April 2019.

Hasyim mengatakan, petugas PPLN terdiri dari beberapa elemen seperti pegawai Kedutaan Besar, mahasiswa, hingga warga. Pegawai Kedubes pun tak dilarang rangkap jabatan sebagai petugas PPLN. "PNS itu kan boleh jadi PPLN, PNS itu kan asumsinya netral. Saya PNS, saya anggota KPU. Bu Ratna Dewi (anggota Bawaslu RI) PNS jadi (anggota) Bawaslu," ujar Hasyim. 

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Apr 2019 11:09 WIB

Video Ibu-ibu dan Anak-anak Bakar Surat Suara Diduga di Papua

Nasional

Video viral berisi rekaman pembakaran surat suara di Tingginambut Puncak Jaya, Papua.

23 Apr 2019 09:51 WIB

5 Fakta Salah 'Entry' Data Penghituangan Suara Pemilu 2019

Nasional

Proses penghitungan suara Pemilu 2019 masih berlangsung.

18 Apr 2019 11:06 WIB

Viral Video Surat Suara 01 Tercoblos, Begini Tanggapan Bawaslu

Politik

Belum diketahui lokasi pengambilan video ini.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.