Batal undang Jokowi, Reuni 212 Bantah ada Kampanye Terselubung

02 Dec 2018 08:53 Politik

Peserta Reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212, dari beberapa daerah di Jateng, Jabar, Banten dan Lampung sudah berdatangan di Jakarta sejak Sabtu malam 1 Desember 2018.

Secara berombongan mereka diangkut dengan bus, dan transit di Masjid Istiqlal untuk beristirahat, sebelum bergerak menuju lapangan Monas tempat berlangsungnya Reuni Akbar.

Pantauan ngopibareng.id, Minggu 2 Desember 2018, peserta sebagian besar mengenakan baju warna putih. Mereka juga membawa bendera merah putih dan bendera organisasi masing masing serta bendera hitam bertulis kalimat tauhid.

Acara reuni diawali dengan sholat tahajud pada pukul 02.00 WIB dinihari dan dilanjutkan dengab sholat subuh berjamaah di lapangan Monas.

Cuaca di Jakarta sejak sabtu malam hingga minggu pagi ini cukup cerah, meskipun sempat dikhawatirkan hujan akan turun seperti hari-hari sebelumnya, mengingat waktunya bersamaan dengan musim hujan.

Cuaca yang cukup bersahabat, memperlancar jalannya rangkaian acara reuni yang telah disiapkan pihak panitia.
 
Reuni kali ini akan diisi dengan dzikir, pembacaan solawat, tausiyah tentang keimanan serta  pentingnya membangun  ukhuwah Islamiayah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah watoniyah.
 
Para tokoh yang disebut  akan menyampaikan tausiyah, tedapat nama KH Sholahuddin Wahid, Pimpinan Pindok Pesantren Tebu Ireng Jombang. Tapi adik Gus Dur itu menyatakan tidak terlibat dalam aksi 212. Namanya dicantumkan secara sepihak oleh panitia. 
 
Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif mengatakan, semula panitia ingin mengundang Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
 
Karena belum ada konfirmasi dari Prabowo bisa hadir atau tidak,  maka rencana untuk mengundang Jokowi dibatalkan. "Tidak elok kalau yang hadir hanya satu kandidat," kata Slamet Maarif. Diapun menjelaskan bahwa undangan tertulis untuk Jokowi maupun Prabowo sampai sekarang belum disampaikan.
 
Sekretaris Pemenangan Nasional Pasangan Jokowi-Ma'ruf,  Hasto Kristiyanto, menganggap Reuni PA 212 merupakan  kampanye berselubung untuk memenangkan Prabowo.
 
Namun pernyataan Sekjen PDI Perjuangan itu dibantah oleh Direktur Kampanye Pemenangan Prabowo-Sandi. Tidak benar Reuni PA 212 bagian dari rekayasa kampanye berselubung untuk memenangkan Capres nomor  02.
 
Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal mengatakan untuk mengamankan jalannya Reuni Akbar  PA 212, Polri telah menyiapkan 20.000 personel  dari bebagai unsur.
 
Aparat keamanan itu sudah diturunkan sejak Sabtu malam untuk memberikan pengawalan rombongan peserta reuni PA 212 yang berasal dari luar Jakarta. (asm)
Reporter/Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini