Basarnas Masih Mencari Keberadaan Nelayan Ambon

06 Jun 2019 09:36 Nusantara

Tim SAR dari Kantor Basarnas Ambon kembali dikerahkan mencari seorang nelayan yang menggunakan long boat yang mencari ikan di perairan Tajung Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe namun dilaporkan hilang kontak sejak dua hari lalu.

"Nelayan yang diketahui bernama Johan Mahulete (49) ini pergi melaut sendirian sejak tanggal 4 Juni 2019 tetapi dilaporkan belum kembali hingga hari ini," kata Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin di Ambon, Kamis, 6 Juni 2019.

Upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan setelah menerima informasi dari saudara korban bernama Nicko Mahulette kalau Johan Mahulette pergi melaut di sekitar perairan Desa Latuhalat sejak dua hari lalu dan sampai sekarang belum kembali ke rumah.

Menurut Muslimin, keluarga korban juga menyebutkan ciri-ciri long boat yang digunakan Johan Mahulete memiliki panjang enam meter dan berwarna orange dan merah serta  menggunakan mesin   15 PK.

Kantor Basarnas Ambon menerima informasi hari ini, Kamis sekitar  pukul 07:45 WIT dan langusng mengerahkan regu penyelamat untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan pada pukul 08:00 WIT.

Setelah melakukan perjalanan selama satu jam, regu penyelemat yang menggunakan RIB 01 Ambon telah tiba di lokasi dan mulai mencari korban bersama long boat tersebut.

Dikatakan, korban dilaporkan hilang pada titik koordinat 3° 54’ 21"S - 127° 58’ 13.68" E, Heading : 220,70° arah barat baya RIB 01 milik Kantor SAR Ambon dengan jarak tempuh kurang lebih 21.05 NM dari Pelabuhan LIPI Ambon.

Selain regu penyelamat dari Kantor Basarnas Ambon, Polair Polda Maluku bersama dua anggota keluarga korban juga terlibat dalam upaya pencarian korban.

"Kami juga telah melakukan koordinasi dengan seluruh unsur potensi SAR yang ada terkait peristiwa ini," ujar Muslimin.

Dia menambahkan, kondisi cuaca di Pulau Ambon dan sekitarnya selama sepekan terakhir ini tidak kondusif karena tingginya curah hujan disertai tiupan angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga para nelayan diingatkan untuk waspada dan mempertimbangkan kondisi alam sebelum pergi melaut. (ant)

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini