Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal (kanan) bersama tersangka Rendi Setiawan (tengah). (Foto:Petisi)

Baru Sembilan Bulan Menikah, Rendi Tega Bunuh Istrinya

Kriminalitas 29 October 2019 06:29 WIB

Rendi Setiawan, 28 tahun, tega membunuh istrinya Fani Amalia Heniati yang berusia 24 tahun. Padahal mereka termasuk pasangan muda, baru sembilan bulan menikah.

Rendi membunuh istrinya itu dengan menusukkan sebuah pisau ke perut korban hingga tewas di Perumahan Karyawan Afdeling Dampar, Kebun Mumbul PTPN XII Desa Kawangrejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Minggu 27 Oktober lalu.

Kepolisian Resor Jember berhasil mengungkap kasus ini. "Korban Fani Amalia yang tewas dengan sebuah pisau tertancap di perutnya bukan korban bunuh diri, namun korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya sendiri," kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal.

Fani Amalia ditemukan tewas di dalam kamarnya dengan pisau yang masih menancap di perutnya dan ditutupi sebuah boneka dan awalnya aparat kepolisian menduga korban melakukan bunuh diri pada Minggu lalu.

"Berdasarkan keterangan tersangka, pembunuhan tersebut dilakukan karena kecewa dan kemarahan yang dipendam oleh suaminya, sehingga menusuk istrinya dengan sebuah pisau milik tersangka yang berada di dalam kamar," tambahnya.

Ia menjelaskan, tersangka merasa kecewa karena tidak dihargai sebagai suami dan seorang laki-laki, namun ada juga faktor ekonomi yang membuat pelaku sakit hati yang memicu pembunuhan yang dilakukan secara spontan oleh tersangka.

"Tersangka mengaku kesal karena setiap meminta sebagian uang gajinya yang diberikan kepada korban, selalu dijawab habis dan tidak dijelaskan uangnya habis untuk apa, sehingga itu membuat tersangka kecewa," terangnya.

Tersangka Rendi menusuk istrinya yang dinikahi baru sembilan bulan lalu dengan sebuah pisau yang berada di dalam kamar dan tersangka menutup mulut korban dengan sebuah boneka, sehingga tidak terdengar teriakan oleh tetangga korban.

Setelah membunuh istrinya, tersangka membuat sejumlah alibi dengan mengaburkan pembunuhan itu dan berpura-pura meminta tolong kepada bibi dan adiknya untuk mengecek kondisi korban yang sakit.

"Pelaku berpura-pura mau membeli obat untuk korban, namun saat telepon tidak diangkat, sehingga minta tolong bibi dan adiknya untuk melihat istrinya di rumah yang menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan pisau yang masih tertancap di perutnya," lanjutnya.

Tersangka dijerat dengan pasal 44 ayat 3 Undang-Undang 23 tahun 2004 tentang KDRT dan subsider 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Sep 2020 16:10 WIB

KPUD Jember Sahkan Pasangan Faida-Dwi Arya

Politik

KPUD Jember Sahkan Pasangan Faida-Dwi Arya Jalur Independen

19 Sep 2020 16:32 WIB

Kepala Kejaksaan Negeri Jember Terinfeksi Covid-19

Jawa Timur

Empat pegawai lain juga positif Covid-19

09 Sep 2020 22:25 WIB

Pegawainya Meninggal Positif Covid, Kantor Kemenag Jember Tutup

Jawa Timur

Dua pegawai meninggal dalam sepekan terakhir.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...