Barelang Marathon Destinasi Terbaik Mancanegara

03 Dec 2018 14:20 Event

Program sport tourism Barelang Marathon 2018 menjadi destinasi terbaik mancanegara. Event ini mendapat respon besar dari publik internasional. Sebanyak 253 pelari dari 5 benua berkumpul di sini, Minggu 2 Desember. Lebih wow lagi, chart juara sepenuhnya dikunci para paspor asing tersebut.

Nomor utama Barelang Marathon 2018 jadi milik asing. Sebanyak 253 pelari mancanegara berkumpul di Jembatan Barelang yang menjadi ikon Batam, Kepulauan Riau. Menikmati eksotisnya Batam, mereka lalu membaur dengan kontestan lokal hingga terpenuhi total kuota 1.300 peserta.

Memiliki slot sekitar 20%, 5 negara tercatat sebagai donatur wisman terbesar. Koneksi Asia didominasi 82 pelari dari Singapura dan Malaysia dengan 58 nama. Untuk India ada 34 pelari, lalu Filipina berada di strip 5 dengan 21 pelari. Kenya yang jadi salah satu wakil Benua Afrika mengirimkan 25 pelari terbaik. Dan, podium nomor Full Marathon 42K sepenuhnya menjadi milik Kenya.

“Pergerakan jumlah peserta secara keseluruhan sangat positif. Jumlah pelari asing tahun 2018 ini juga optimal. Pergerakannya naik cukup signifikan. Progress terbaik diberikan para pelari dari Kenya. Selain dari segi prestasi, tapi juga jumlah keikutsertaan mereka,” ungkap Ketua Panitia BP Batam Barelang Marathon 2018 Danang Purwoko Raharjo.

Jumlah kontestan asing saat ini melonjak 40%. Sebab, slot asing tahun lalu hanya terisi 180 nama. Lebih menarik lagi, pertumbuhan keikutsertaan pelari Kenya naik 92%. Pada event serupa 2017, Kenya hanya mengirimkan 13 pelari terbaiknya.

Jumlah ini pun berbanding lurus dengan total peserta keseluruhan. Total peserta secara keseluruhan mengalami kenaikan 18%. Pada 2017, event diikuti total 1.100 nama.

Dan, opsi mengirimkan banyak pelari berbuah positif bagi Kenya. Podium kategori Full Marathon 42K ini menjadi milik mereka. Untuk nomor putra, status juara dikunci oleh Hillary kipkering Koech dengan rapor waktu 2:43:47. Runner up menjadi milik Elisha Kiprotich Sawe dengan gap waktu 1’11”, lalu strip 3 diraih Samson Tenai yang membukukan gap waktu 11’39”.

Dominasi Kenya juga ditunjukan melalui Full Marathon 42K putri. Pelari Irine Jeptoo muncul sebagai juara dengan catatan waktu 3:07:18. Posisi runner up menjadi milik Naum Jepkosgei dengan gap waktu 11’26”. Memiliki gap waktu 13’40”, posisi 3 dikunci oleh Isabella Kigen. Kabid Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Kiagoos Irvan Faisal mengatakan, event ini sukses.

“Barelang Marathon ini memberikan impact besar terhadap kunjungan wisman. Event sport tourism di Batam dan Kepri pada umumnya ini selalu bagus. Kunjungan wisman besar memang diperlihatkan oleh Singapura. Hal ini karena ada 3 juta ekspatriat di sana. Mereka gemar dengan sport tourism,” jelas Irvan.

Jumlah kunjungan maksimal diperlihatkan Singapura pada 2017. Arus masuk kunjungan wisatawan Singapura mencapai 884.964 orang. Jumlah ini terbesar bila dibandingkan dengan Jakarta (202.499 orang) atau Bali (121.873 orang). Untuk jumlah kunjungan wisatawan Malaysia mencapai 190.607 orang. Angka ini pun terbesar kedua setelah Jakarta dengan jumlah 301.122 orang.

“Informasi arus masuk wisman selalu akurat. Sebab, ada manifestnya. Event seperti Barelang Marathon 2018 bisa digunakan sebagai acuan dalam menerapkan kebijakan strategi pemasaran,” ujarnya lagi.

Lebih unik lagi, antusiasme besar juga diperlihatkan wisatawan India pada Barelang Marathon 2018. Menempati urutan 3 dengan 34 pelari, angka ini seolah menegaskan korelasi catatan positif India pada 2017. Negeri Bollywood tahun lalu membukukan angka kunjungan total 63.458 ke Batam. Angka ini pun memiliki slot 13% dari total kunjungan wisatawan India 485.314 nama pada 2017.

“Barelang Marathon 2018 ini luar biasa. Antusiasme pesertanya naik dari tahun ke tahun. Peserta lokal dan mancanegara sama-sama positif. Kehadiran Barelang Marathon 2018 ini memberi pengaruh positif bagi kunjungan wisman dan citra Batam secara menyeluruh,” tegas Kasubbag Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi Kemenpar Herry Sastrawan.

Selain nomor Full Marathon 42K, event ini masih memiliki nomor andalan lainnya. Untuk nomor 21K National Male, posisi juara diraih Hamdan Sayuti dari Pariaman dengan waktu 1:22:14. Pelari Padang Dwi Tiansi Anggraini muncul sebagai juara di sektor putri dengan waktu 1:42:30. Slot internasional putra nomor ini menjadi milik David Kibet (Kenya), lalu ada Tallam Rebecca Jerotich di sektor putri. (*)

Reporter/Penulis : Pesona Indonesia
Editor : widi kamidi


Bagikan artikel ini