Ilustrasi sebuah warung pecel lele khas pedagang asal Lamongan. (Foto: Istimewa)

Pedagang Pecel Lele di Jakarta Percepat Mudik ke Lamongan

Nasional 28 March 2020 18:01 WIB

Gara-gara virus corona, membuat perputaran ekonomi menjadi lambat. Hal ini juga dirasakan oleh para pedagang kuliner di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan bahkan luar Jawa. Lambatnya perputaran ekonomi ini dirasakan juga oleh pedagang kaki lima (PKL) menjual soto ayam, pecel lele, hingga tahu campur.

Asal tahu saja, pedagang pecel lele, soto ayam masakan sea food tradisional yang di Jakarta dan sekitarnya mayoritas berasal dari Kota Lamongan. Nah, diam-diam, mereka-mereka ini ternyata sudah memutuskan untuk mudik lebih cepat ke Lamongan. Alasannya, apalagi kalau bukan virus corona yang menyebabkan bisnis mereka di Jakarta sepi. Tutupnya warung dan masifnya gerakan Work From Home (WFH), membuat tak sedikit dari mereka memutuskan untuk mempercepat pulang kampung. Padahal, Hari Raya Idul Fitri masih dua bulan lagi.

Menurut data dari Bupati Lamongan, Fadeli, ada lebih dari 5000 orang Lamongan yang merantau ke luar kota untuk berjualan makanan khas Lamongan.

"Di Jakarta saja itu ada 4000-an. Belum di kota lain. Seperti Solo, Cirebon, Batam, hingga ke Sulawesi," kata Fadeli di Gedung Negara Grahadi, Sabtu 28 Maret 2020.

Sepinya Jakarta membuat para pedagang itu mempercepat mudik. Itu sudah dilakukan oleh sekitar 900an para perantau kota besar, pulang ke Lamongan. melihat gejala itu, Fadeli meminta warga Lamongan lainnya yang belum melakukan mudik, untuk membatalkan rencana mereka.

Menurutnya, saat ini bukanlah saat yang tepat untuk pulang kampung ke Lamongan. Karena wabah corona sedang outbreak di seluruh Indonesia. Ia mengimbau para warga Lamongan di luar kota, untuk tidak melakukan mudik hingga hari raya Idhul Fitri tahun ini.

"Pedagang dari Lamongan yang di Jakarta dan sekitarnya hingga seluruh Indonesia. Tolong jangan mudik saat ini atau bahkan saat lebaran. Karena ini sangat bahaya, wabah corona ini. Tak perlu pulang kampung, silahkan tingkatan usaha kalian di sana saja," katanya.

Ia mengatakan, untuk saat ini lebih baik para pedagang mulai mengalihkan usahanya ke lini online. Sehingga meminimalisir pertemuan dengan orang banyak. Hal itu bisa mencegah penyebaran virus corona meluas.

Terkait dengan warga yang sudah terlanjur pulang ke Lamongan, Fadeli mengaku pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap 900-an orang tersebut, dan hasil yang didapat adalah mereka semua negatif covid-19.

"Kan sudah 900-an yang pulang. Untuk lebih pastinya akan kami data terus setiap hari. Nah terkait keamanan, susah dilakukan pengecekan di puskesmas-puskesmas daerah mereka. Mereka ini kan ODR ya, alhamdulillah tak ada yang naik jadi ODP atau PDP atau bahkan positif. Semuanya sehat, mudah-mudahan sehat terus," katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Azhari

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Jun 2020 20:16 WIB

Tiga Hari Tak Ada Tambahan Kasus Corona Anak di Surabaya

Kesehatan

Dalam tiga hari ini tidak ada tambahan kasus corona anak di Surabaya.

03 Jun 2020 20:02 WIB

Saat New Normal, BLT Kemensos Dipotong Rp300 Ribu

Jawa Timur

Nominal BLT semula Rp 600.000 menjadi Rp 300.000.

03 Jun 2020 19:45 WIB

23 ASN asal Jombang yang Dilantik di BKD Jatim Non-Reaktif

Jawa Timur

Para peserta pelantikan asal Jombang jalani rapid test

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...