Bakal pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)
Bakal pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Banyak Barisan Melarat, MA: Aku Gak Gelem Suroboyo Melarat Terus

Ngopibareng.id Pilkada 20 September 2020 20:51 WIB

Kesejahteraan yang belum merata bagi warga Kota Surabaya betul-betul membuat bakal calon Walikota Surabaya, Machfud Arifin begitu sedih. Utamanya bagi warga-warga yang ada di pinggiran Kota Surabaya.

Machfud mengatakan, sampai saat ini masih banyak masyarakat miskin susah untuk mencari makan meski dengan harga makan yang cukup murah.

“Nangis kita lihat orang Surabaya. Jangan dijadikan orang kecil terus tapi dijadikan orang besar. Warung masio nasi hargae Rp50 ribu kalau punya uang pasti makan. Nah, kalau harga Rp10 ribu tak punya uang, ya tak bisa makan. Aku gak gelem Suroboyo melarat terus,” ungkap mantan Kapolda Jatim ketika ditemui di Hotel Mercure, Surabaya, Minggu 20 September 2020.

Tak hanya itu, paling menyedihkan tentu fasilitas pemukiman warga karena masih ada yang harus tinggal di tempat-tempat pemakaman. Kemudian, memasak di tempat pemakaman, serta tidak adanya fasilitas penunjang yang layak bagi masyarakat. Padahal, itu menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah.

“Bayangkan masih banyak seng gak duwe. Kalau bisa makan tapi tak bisa buang air mulet-mulet Koen. Apa ini mau dilanjutkan? Suroboyo harus naik kelas, masyarakatnya harus maju dan sejahtera,” tegasnya.

Selain itu, ia mengaku memang sudah tampak begitu cantik Kota Surabaya di bawah pimpinan Tri Rismaharani. Tapi itu belum cukup menurutnya, apabila masih ada banyak daerah kumuh tak hanya di pinggiran kota saja, tapi juga di tengah kota.

Banyak pula fasilitas umum yang harusnya itu dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi tapi nihil adanya.

MA mencontohkan, kawasan tepi sungai sejatinya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, seperti halnya di Sungai Musi tepat di kawasan Jembatan Ampera Palembang yang mengundang banyak warga untuk datang karena sudah tertata. Kemudian, Kota Tua yang ada di Jakarta dan Semarang yang lebih baik dibanding Surabaya.

“Masak kalah sama Semarang? Kota lamanya apik soro. Suroboyo nangdi? Ayo ke pasar ikan tak dikasih kayak antik-antikan lampu tok. Surabaya penuh kepalsuan. Dia buat cerita boleh, tapi masyarakat tahu yang sesungguhnya. Ini yang harus ditata supaya ekonomi ini tumbuh,” katanya.

Karena itu, ia berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan ekonomi masyarakat dengan program yang telah ia susun bersama tim.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Oct 2020 16:15 WIB

Pandemi Covid-19, Hotel Tugu Malang Buka Paket Gowes

Gowes Bareng

Tawarkan rute heritage hingga pemandangan alam.

24 Oct 2020 16:12 WIB

Mute Efektif

Dahlan Iskan

Siapa pemenang debat terakhir Capres AS? Moderator, kata Dahlan Iskan.

24 Oct 2020 16:01 WIB

Kompetisi Tak Jelas, Persebaya Liburkan Latihan

Liga Indonesia

Aji mengaku sudah 'angkat tangan'

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...