Suasana di pengungsian sementara korban kebakaran Margorukun di Kampung Ilmu. (Foto: Alief/ngopibareng.id)

Korban Kebakaran, Kekurangan Air Bersih di Penampungan

Surabaya 12 July 2019 22:38 WIB

Korban kebakaran yang kini sedang berada di pengungsian sementara, membutuhkan bantuan air bersih. Air bersih yang bisa digunakan untuk mandi. Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris RW 2 Kecamatan Bubutan, Kasiro kepada ngopibareng.id. Bagi Kasiro, bantuan air bersih yang diberikan Pemerintah Kota Surabaya tak mencukupi kebutuhan warga.

"Ada 30 orang lebih di sini Mas, dibuat mandi pagi saja tidak cukup,"ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengirimkan baju bekas dan makanan yang telah dimasak. Menurutnya kebutuhan air bersih jauh lebih penting, terutama untuk Mandi Cuci Kakus (MCK).

"Kalau nasi, pemkot sudah kirim 3x sehari, baju juga sudah numpuk. Air bersih saja buat MCK Mas,"lanjutnya.

Senada dengan Kasiro, seorang warga Margorukun yang juga menjadi korban kebakaran bernama Fajri mengatakan hal yang serupa.

Menurutnya, ia sering mengalah kepada anak-anak dan orang tua saat mau menggunakan kamar mandi yang disediakan oleh Pemkot Surabaya. Hal itu dilakukan karena terbatasnya jumlah air yang diberi.

"Saya ngga tau ya Mas itu berapa liter kubik, tapi kalau buat mandi gitu, mulai jam 5 pagi, jam setengah 8 pagi sudah habis. Atau malah kemarin airnya kotor. Jadi harus ngalah sama arek cilik-cilik dan mbah-mbah itu,"ujarnya.

Selain itu, ia juga merasa kasihan kepada anak-anak dan orang tua karena letak kamar mandi yang terlampau jauh bagi orang tua.

"Ini tempat tidur kita di lantai 2 kan Mas. Kamar mandinya di lantai 1 jauh di belakang. Kasihan orang yang sudah sepuh harus naik turun dan jalan jauh. Jadi kalau ada tempat MCK dekat enak,"pintanya.

Meski begitu, ia sangat berterimakasih kepada Pemkot yang telah menyediakan MCK meskipun dengan jumlah air yang kurang. Ia berharap Pemkot bisa menambahkan fasilitas MCK dan air bersih.

Seperti diketahui, sebanyak 21 rumah di kawasan Margorukun Kecamatan Bubutan habis dilalap si jago merah, Rabu, 10 Juli 2019. Rumah sekitar 26 KK rata dengan tanah. Warga korban kebakaran saat ini tengah mengungsi di Kampung Ilmu.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 21:26 WIB

Jika Terpilih, Eri-Armuji Akan Lanjutkan Keberhasilan BDH-Risma

Pilkada

Pondasi pembangunan Surabaya sudah terbangun oleh BDH.

20 Sep 2020 20:51 WIB

Banyak Barisan Melarat, MA: Aku Gak Gelem Suroboyo Melarat Terus

Pilkada

Surabaya penuh kepalsuan. Masyarakat tahu yang sesungguhnya.

20 Sep 2020 17:45 WIB

Didukung Umat Nahdliyin, Machfud: Benahi Situs-situs Islam

Pilkada

Kota Surabaya menjadi sejarah perkembangan Islam.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...