Hendriyan Ogivano salah satu peserta menjelaskan topiknya kepada President of MSU Chancellor Hall, Management & Science University, Malaysia (Foto: Dok Humas Unair)

Aplikasi Ini Bisa Bantu Pengobatan Paliatif Bagi Pasien HIV/AIDS

Pendidikan 10 January 2020 19:54 WIB

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST UNAIR) bersama dengan tim menciptakan aplikasi untuk membantu pengobatan paliatif pasien HIV/AIDS yang diberi nama "Med Buddies HIV/AIDS Medication Partner".

Mahasiswa yang tergabung dalam satu tim ini adalah Hendriyan Ogivano, Najibullah Ulul Albab dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Rizki Jian Utami, Rahmatul Habibah dan Asih Parama Anindhia dari Fakultas Keperawatan (FKP).

Menurut Hendriyan Ogivano, perwakilan tim, mengatakan aplikasi ini dapat membantu pasien untuk menjadwalkan minum obat terapi secara teratur.

"Kami membuat suatu aplikasi untuk membantu pengobatan paliatif pasien HIV/AIDS karena seringkali teman-teman penderita HIV/AIDS tidak minum obat terapi secara rutin," kata mahasiswa Sistem Informasi tersebut.

Tambah Hend, sapaan akrabnya, ada beberapa tahap yang dilakukan dalam penelitian tersebut. Di antaranya brainstorming, mencari solusi dan implementasi ke dalam sistem aplikasi. Tahap brainstorming, lanjutnya, dilakukan untuk mencari akar permasalahan.

"Tahap awal yaitu melakukan brainstorming berulang kali untuk menemukan pokok masalah, lalu melakukan solusi dari permasalahan tersebut secara tepat. Setelah itu baru implementasi ke dalam sistem aplikasi," kata mahasiswa angkatan akhir tersebut.

Dalam tahap ini kendalanya terjadi pada waktu. Menurut Hend, waktu menjadi salah satu kesulitan untuk melakukan brainstorming, sehingga harus dilakukan secara berkali-kali.

"Kesulitannya mungkin masalah mencari waktu yang tepat karena kan brainstorming dilakukan berkali-kali dan teman-teman juga waktu kosongnya tidak sama," katanya.

Kata Hend, aplikasi tersebut telah melalui proses pengembangan dan telah diuji coba bersama tim. Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga bisa diunduh melalui play store.

Dengan adanya aplikasi tersebut, Hend berharap ke depan aplikasi tersebut dapat berkembang lebih luas lagi tidak hanya masalah HIV/AIDS tetapi juga untuk penyakit-penyakit yang lain.

Aplikasi tersebut menghantarkan Hend mendapatkan Silver Award kategori Best Project dalam ajang Management & Science University on Idea Regeneration Expo 2019 (MSU iREX 2019), pada 16-17 Desember 2019, di Chancellor Hall, Management & Science University, Malaysia.

Selain itu, aplikasi tersebut juga mendapatkan gold award dalam ajang International Exhibition of Research, Idea & Innovation on Creative and Humanizing pada 16-18 Desember 2019 di Convention Hall, Level 5 E-Learning, Sultan Abdul Jalil Shah Campus (KSAJS), Sultan Idris Education University (UPSI), Malaysia.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 16:10 WIB

Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pahing Kediri Ditutup

Jawa Timur

Pasar Pahing Kota Kediri ditutup tiga hari.

09 Jul 2020 15:50 WIB

Selama Pandemi, Pelayanan Pasien Kanker AHCC Tetap Berjalan

RS Adi Husada

Pelayanan Pasien Kanker AHCC, Selama Masa Pandemi Tetap Berjalan

09 Jul 2020 15:46 WIB

Kurva Covid-19 Tak Turun, Pakar: Jangan Salahkan Jatim

Jawa Timur

Angka kasus bisa dilihat 7-8 hari kemudian.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...