IIK Bhakti Wiyata saat membagikan hand sanitizer dan minuman herbal. (Foto: Dok. IIK)

Bantu Pemprov Atasi Corona, IIK Bhakti Wiyata Buat Hand Sanitizer

Jawa Timur 02 April 2020 05:30 WIB

Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri, Jawa Timur, ikut mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam menangani virus Covid-19.

Salah satu bentuk perhatian itu adalah memproduksi hand sanitizer, serta minuman herbal atau jamu yang bisa menjadi penambah imunitas tubuh. Tak tanggung-tanggung, jumlah yang diproduksi sebanyak 2.000 botol hand sanitaizer dan minuman herbal.

Kepala Laboratorium Farmasetika Munifatul Lailita mengatakan, pembuatan hand sanitizer yang mereka lakukan semata-mata untuk keamanan warga Kota Kediri dari virus Covid-19. Terlebih, hand sanitizer minim stoknya di Kota Kediri.

"Awal mulanya, ini kegiatan dana hibah yayasan untuk Prodi Farmasi. Namun kami perluas untuk warga Kota Kediri karena, stok di lapangan untuk warga Kota Kediri itu sangat minim," katanya kepada Ngopibareng.id, Rabu 1 April 2020.

Munifatul Lailita menambahkan, pembuatan hand sanitizer dan jamu ini merupakan bentuk kontribusi yayasan pendidikan tersebut kepada masyarakat Kota Kediri.

Kepala Pusat Kerjasama dan Hubungan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata, Eko Yudha Prasetyo memastikan, hand sanitizer yang mereka buat itu aman untuk masyarakat dan sudah sesuai standar WHO. Karena bahan yang mereka gunakan benar-benar alami.

"Kalau hand sanitizer, kita buat dari dua hal. Alkohol dan bahan alami. Komposisi gel hand sanitizer dari bahan kimia, sudah sesuai dengan standar WHO dan formula gel hand sanitizer herbal sudah berdasarkan hasil riset dan penelitian dosen Farmasi Bhakti Wiyata," papar Eko.

Sementara itu, komposisi jamu herbal antara lain temulawak, jahe, kunyit dan beberapa rempah-rempah pilihan yang memang berasal dari tanah Indonesia.

Sama seperti hand sanitizer, jamu yang mereka buat juga dipastikan aman untuk dikonsumsi karena hasil racikan bahan alami.

Tim Bhakti Wiyata sudah membagikan jamu tersebut kepada masyarakat sejak Jumat 27 Maret 2020. Eko mengklaim sudah menyalurkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, pada Selasa 31 Maret 2020.

"Jamu kita terbuat dari bahan imunomodulator yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh," pungkas Eko.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 15:25 WIB

Kru Helikopter PT NUH Selamat, Sayang Belum Berhasil Dievakuasi

Timur Indonesia

Tim gabungan belum berhasil mengevakuasi kru karena faktor cuaca.

18 Sep 2020 15:10 WIB

Bupati Pasuruan Launching Tim Covid Hunter

Ngopibareng Pasuruan

Pemerintah akan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan.

18 Sep 2020 14:59 WIB

Ganjar Minta Penderita Hipertensi Bertahan di Rumah

Nusantara

Hipertensi menjadi penyumbang kematian terbesar.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...