JAGA ULAMA: kh Said Aqil Siroj, bersama kader Barisan Ansor Serba Guna atau Banser. (foto: dok ngopibareng.id)

Banser Takkan Bubar sampai Kiamat, Ini Alasan PBNU

Khazanah 25 October 2018 21:50 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj, menegaskan, organisasi Barisan Ansor Serba Guna atau Banser tidak akan dibubarkan sampai kapan pun.

Hal itu menanggapi desakan dari sejumlah pihak yang meminta Banser dibubarkan lantaran membakar bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang berlafaz Tauhid.

"Tidak akan bubar sampai kiamat," kata Said di kantor PBNU, Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018.

Said mengatakan, desakan untuk membubarkan Banser hal yang biasa di alam demokrasi. Ia pun menyebut, pembakaran yang dilakukan organsiasi sayap NU itu jangan terus dijadikan momentum memperkeruh suasana.

“NU akan selalu komitmen dengan empat pilar. Nasionalisme, Pancasila, tidak akan bergeser sedikit pun. Dan kami menolak kekerasan, radikalisme, apalagi terorisme atau kelompok yang tujuannya adalah teror dan radikal,” tegasnya.

“Sangat tidak mungkin kalau Banser anti dengan kalimat tauhid. Yang kita tolak adalah politisasi kalimat tauhid, untuk dijadikan alat politik. Apalagi dijadikan sebagai alat mengadu domba antara sesama ummat Islam atau pun sesama ormas, ” ujar Habib Abu Bakar Hasan Assegaf.
BELALA NKRI Barisan Ansor Serba Guna atau Banser di bawah Gerakan Pemuda Ansor foto ngopibarengidBELALA NKRI: Barisan Ansor Serba Guna atau Banser di bawah Gerakan Pemuda Ansor. (foto: ngopibareng.id)

Sementara itu, di tengah kegaduhan di masyarakat soal bendera HTI yang dibakar di Garut, eks-jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto melakukan kebohongan. Yakni, ketika ia mengatakan, HTI tidak pernah memiliki bendera organisasi resmi.

"Bendera yang dibakar itu bukanlah bendera HTI, HTI tidak pernah punya bendera," katanya lewat akun twitter pribadinya @ismail_yusanto, Selasa 23 Oktober.

Menanggapi hal itu, Habib Abu Bakar Hasan Assegaf, menegaskan bahwa Banser (Barisan Serba Guna) Ansor, tidak anti terhadap kalimat tauhid. Tapi yang ditolak oleh NU adalah politisasi kalimat tauhid, yang justru dijadikan sebagai alat provokasi dan adu domba umat Islam.

“Sangat tidak mungkin kalau Banser anti dengan kalimat tauhid. Yang kita tolak adalah politisasi kalimat tauhid, untuk dijadikan alat politik. Apalagi dijadikan sebagai alat mengadu domba antara sesama ummat Islam atau pun sesama ormas, ” ujar Habib Abu Bakar Hasan Assegaf, Wakil Rois PC NU Kabupaten Pasuruan, Kamis 25 Oktober.

Pada kesempatan yang sama, Habib Abu Bakar yang dibarengi Ketua PC NU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, serta Ketua PC NU Kota Pasuruan, KH Halim Mas’ud meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi yang berupa mengadu umat Islam. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Feb 2020 23:36 WIB

Banser Siap Jadi Komponen Cadangan Untuk Jaga NKRI

Ngopibareng Pasuruan

Ini diungkapkan KSP RI Jenderal (Purn) Moeldoko dalam Apel Kebangsaan.

24 Feb 2020 13:43 WIB

Gibran Jadi Warga Kehormatan Banser

Pilkada

Gibran dilantik sebagai anggota kehormatan Banser di Nusukan, Banjarsari.

19 Feb 2020 12:23 WIB

KH Ghazali Masroeri, Pakar Ilmu Falak PBNU Meninggal Dunia

Nasional

Kehilangan ulama yang ahli di bidangnya

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.