Kantor Bank Jatim Cabang Pasuruan. (Foto: Dok Humas)

Bank Jatim Cabang Pasuruan Jamin Uangnya Bebas Virus Corona

Ngopibareng Pasuruan 27 March 2020 22:05 WIB

Bank Jatim Cabang Pasuruan meyakini, uang yang beredar di masyarakat di tengah merebaknya Covid-19 dalam kondisi steril.

Langkah mensterilkan uang tersebut adalah dengan cara menyemprot cairan desinfektan pada lembaran uang kertas. Setelah itu, dipanaskan di dalam mesin penghangat dengan suhu hingga 50 derajat celcius.

Pimpinan Bank Jatim Cabang Pasuruan, Dedy Adjie Wijaya mengatakan, mesin penghangat tersebut sama persis dengan mesin penetas telur ayam. Di dalamnya ada rak-rak yang dipakai untuk menempatkan uang yang sudah dibendel (diikat) dalam jumlah tertentu.

Sebelum dipanaskan, seluruh uang yang sudah tertata, disemprot desinfektan terlebih dulu. Setelah itu baru dipanaskan selama satu hari penuh, dan kemudian bisa dibuat transaksi.

"Sebenarnya tidak boleh terlalu panas. Pertama, ruangannya diberi desinfektan dulu. Suhu dibikin sampai 50 derajat celsius. Dan kita diamkan selama sehari semalam," kata Dedy, Jumat, 27 Maret 2020.

Dijelaskannya, langkah mensterilkan uang melalui mesin penghangat sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. Tujuannya tak lain untuk membuat nyaman seluruh nasabah yang khawatir akan penyebaran Virus Corona melalui uang.

"Saya berfikir karena uang adalah media. Oleh karenanya, saya harus amankan pegawai dan nasabah. Pegawai tetap harus sehat, nasabah juga safety. Maka dari itu, adanya mesin ini adalah supaya uangnya juga steril, sehingga masyarakat tak khawatir," katanya.

Lebih lanjut, Dedy menegaskan, dalam sekali penggunaan mesin penghangat ini bisa menampung uang hingga Rp2 Milyar. Dalam prakteknya, setiap uang yang disetor oleh nasabah, tak langsung diputar untuk transaksional dulu. Melainkan baru akan dikeluarkan, keesokan harinya.

"Contohnya, ketika nasabah menyetor uang hari ini, maka langsung kita sterilkan dulu selama seharian. Baru keesokan harinya akan kita keluarkan," katanya.

Kata Dedy, penggunaan mesin penghangat ini sudah dijalankan sejak dua minggu lalu. Tepatnya ketika permasalahan terjangkitnya warga dengan virus corona di luar negeri merebak karena disebabkan dari peredaran uang.

Secara ilmiah, dirinya kurang memahami akan efektifitas mesin penghangat ini. Hanya saja, langkah ini adalah sebuah ikhtiyar Bank Jatim Pasuruan dalam mengoptimalkan pelayanan kepada para nasabahnya.

"Ketika berita di luar negeri sudah sangat kencang, maka kita langsung cari-cari alat. Ini uji ilmiahnya belum tahu, tapi setidaknya kami sudah berikhtiyar untuk bagaimana bisa memberikan pelayanan secara maksimal. Kita pastikan uang yang beredar di masyarakat dalam kondisi steril," katanya. (sumber: www.pasuruankab.go.id)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 May 2020 19:35 WIB

Risma Ribut Soal Mobil PCR, Ini Spesifikasi dan Kelebihannya

Surabaya

Mobil PCR bisa memeriksa 1600 sampel sehari.

29 May 2020 19:30 WIB

291 RS Ajukan Klaim Tagihan Covid ke BPJS

Nasional

Sampai dengan 27 Mei 2020, terdapat 291 RS yang telah mengajukan klaim.

29 May 2020 19:10 WIB

Unair Persiapkan New Normal untuk Perkuliahan

Pendidikan

Salah satunya mengganti perkuliahan tatap muka dengan daring

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.