Bangsring di Banyuwangi, Bukan Main

17 Jan 2019 09:46 Destinasi

Banyuwangi, ah apa lagi yang hendak di suguhkan Banyuwangi? 

Kawah ijen? Pasti sudah pernah. Pulau Merah? Apalagi. Sering dan sudah pernah pula. Gandrung? Sudah pula, dan pernah.

Kalau begitu bawah laut Banyuwangi saja. Mana ada? Ada dong. Simak bawah laut di Bangsring. Kueren. Saking kuerennya sejumlah media, blogger, dan travel agent asal Malaysia nyaris wegah pulang balik ke asalnya.

"Rumah Apung Bangsring sangat keren. Destinasi indahnya bawah laut, jempo dua. Selain snorkeling, di sana ada juga penangkaran ikan hiu. Wow..," ujar Manager Worldwide Network Services, Nora Yap Hui Kien.

Blogger treveller seluruh dunia sudah menjajal Bangsring sebentar lagi ngopibarengid full time juga akan segera menjajal hehehehe FotoFamtripIstimewa
Blogger, treveller seluruh dunia sudah menjajal Bangsring, sebentar lagi ngopibareng.id full time juga akan segera menjajal hehehehe. (Foto:Famtrip/Istimewa)

Ucapan Nora Yap Hui Kien iniini bukan isapa jempol. Destinasi di Desa Bangsring sukses bertransformasi menjadi tujuan wisata yang cukup seksi untuk dikunjungi.

Pantai Bangsring berjarak 30 kilometer dari Kota Banyuwangi. Ini idola baru lho buat wisatawan mancanegara.  Idola juga buat wisatawan Indonesia. 

Hamparan pasir hitamnya memesona bukan main. Latar belakangnya adalah Selat Bali yang eksotis. Airnya jernih dengan ombak melandai.

Bawah lautnya sudah pasti bikin mata tak berkedip. Wisatawan bisa melihat keindahan terumbu karang yang masih asli. Selain itu juga ada terumbu karang yang baru ditanam di wilayah selat Bali ini. Luasnya cukup, sekitar 15 hektare.

Asikkk menyelam ditani ikan loreklorek yang cantiknya bukan main FotoFamtripIstimewa
Asikkk, menyelam ditani ikan lorek-lorek yang cantiknya bukan main. (Foto:Famtrip/Istimewa)

Sudah penasaran? Ayoh coba. Ngopibareng.id nanti dengan kekuatan penuh, full time, juga akan menjajal menyelam 

Soal atraksi sudah pasti banyak. Wisatawan bisa menikmati snorkeling bahkan diving di Rumah Apung. Bahkan bisa sambil berselfie ria dengan ikan-ikan di ddalamnya. Kalau sudah puas, wisatawan juga dapat menikmati wahana banana boat disana.

Bangsring dengan segala pesona dan atraksinya, tidak serta merta menjadi indah dengan singkat seperti sekarang. Dahulu Bangsring lebih dikenal sebagai pantai yang kotor dan rusak. Masyarakatnya biasa mencari ikan dengan mengebom. Atau menggunakan apotas. Bahkan juga mencungkil-cungkil dan merusak karang.

Menurut kriteria Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terumbu karang dan ekosistem lautan di pantai ini termasuk dalam kriteria rusak berat. Cakupan kerusakannya lebih dari 80 persen.

Lantas, bagaimana daerah ini bisa berubah menjadi kawasan wisata bahkan percontohan konservasi?

Inilah yang tak luput dari kekerenan itu. Yang jelas semua itu tak lepas dari peran serta masyarakat setempat yang sudah bertaubat dari perilaku buruknya. Wegah ngebom ikan. Emoh pakai apotas. Apalagi mencungkili terumbu karang.

Berawal dari keluhan nelayan yang menyadari bahwa jumlah ikan semakin sedikit dan laut mulai tercemar, lambat laun mereka tobat. Para nelayan bertekad untuk memperbaiki kawasan pantai Bangsring untuk mengundang ikan-ikan agar kembali.

Dipelopori pemuda bernama Ikhwan Arief, para nelayan bahu membahu membentuk superteam untuk memberbaiki ekosistem pantai Bangsring. Malah, kini, terdapat dua kegiatan utama yang dilakukan tim yang menamakan diri sebagai Kelompok Nelayan Rumah Apung Desa Bangsring ini.

Secara berkelompok bisa berfoto bersama di bawah laut FotoFamtripIstimewa
Secara berkelompok bisa berfoto bersama di bawah laut. (Foto:Famtrip/Istimewa)

Yang pertama adalah pengawasan dan yang kedua adalah konservasi. Tim ini rajin melakukan pengawasan laut dan terumbu karang, sehingga tidak lagi ada aktivitas illegal fishing di kawasan ini.

"Kerja keras super yang benar-benar terbayarkan. Awalnya niat konservasi masyarakat hanya bertujuan untuk mengembalikan ekosistem saja. Tapi siapa sangka Bangsring kini berubah lebih dari itu, yaitu menjadi daerah percontohan konservasi dan pariwisata berbasis swadaya masyarakat," timpal Adella Raung, seorang blogger dari Malaysia.

Jadi, Bangsring kini bukan Bangsring dulu yang remuk. Kini wajahnya sudah cantik, malih rupa dengan banyak wajah. Seperti Dasamuka kalau begitu? Husss! Itu wayang, kalau ini mah pantai yang menyenangkan.

Bangsring telah berhasil menjadikan Indonesia menjadi lebih keren, dengan dimasukkannya kawasan ini dalam sebuah nominasi bergengsi oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO). Wow keren.

Lembaga yang fokus pada perkembangan pariwisata dunia tersebut tahun lalu mengadakan UNWTO Awards. Dan Bangsring masuk dalam nominasi dalam kategori Innovation in Non-Govermental Organization dengan tema Fisherman and The Act for Biodiversity Program. (widikamidi)

Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini