pemerintah Bangka Barat saat audiensi dengan Kementerian Sosial RI. (Foto: BPJS Kesehatan)
pemerintah Bangka Barat saat audiensi dengan Kementerian Sosial RI. (Foto: BPJS Kesehatan)

Bangka Barat Minta Tambah Kuota Penerima Bantuan Iuran

Ngopibareng.id BPJS Kesehatan 29 February 2020 12:32 WIB

Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk bisa memberikan jaminan kesehatan terhadap masyarakat terus digencarkan. Hal ini tercermin saat Pemerintah Kabupaten Bangka Barat yang melakukan audiensi langsung ke Kementerian Sosial RI guna meminta tambahan kuota Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk mengikutsertakan warganya yang kurang mampu dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Audiensi yang di lakukan oleh Bupati Bangka Barat, Markus diterima langsung Menteri Sosial RI, Juliari Batubara di ruang rapat pimpinan. Markus menjelaskan saat ini masih banyak warga yang kurang mampu di Kabupaten Bangka Barat belum bisa diakomodir kepesertaan JKN-KIS  dikarenakan anggaran di daerah yang juga terbatas (21/2).

"Kita ingin menyukseskan JKN-KIS tapi di satu sisi memang anggarannya tidak sedikit. Kami dari APBD sudah anggarkan lebih kurang Rp. 16 miliar untuk akomodir BPJS warga yang iurannya dibayar Pemda. Awalnya dengan anggaran lebih kurang Rp. 16 miliar itu kita bisa akomodir sekitar 45 ribu jiwa masyarakat Bangka Barat, tapi karena ada kenaikan iuran otomatis kuotanya berkurang jadi 24.642 jiwa," ungkap Markus.

Markus menjelaskan pihaknya ingin semua masyarakat yang masuk kategori kurang mampu bisa diakomodir menjadi peserta JKN-KIS baik PBI APBD maupun PBI APBN. Sehingga masyarakat kami tak lagi kuatir bila sakit dan harus berobat atau dirujuk ke rumah sakit.

Ditempat terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Bangka Barat, Hendra menjelaskan pada tahun 2019 ada SK Mensos yang menyebutkan bahwa Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Bangka Barat sebanyak 40.556 jiwa. Pada tahun yang sama, ada revisi dari Kemensos sehingga yang ditanggung hanya 28.010 jiwa. Dari angka 28 ribu itu sudah diverifikasi Dinsos Bangka Barat sehingga yang termasuk DTKS hanya 20.552 sementara di luar DTKS hanya 7.458 jiwa.

"Maka total termasuk DTKS yang ditanggung pusat 20.552 jiwa, sementara kabupaten sudah menanggung lewat PBI daerah sebanyak 12.525 sedangkan provinsi 1.718 jiwa. Maka totalnya 34.795 jiwa masyarakat kurang mampu yang ditanggung PBI-nya. Sisanya masih 2.938 jiwa yang memang warga kurang mampu tapi belum punya BPJS Kesehatan. Nah yang sisa itu kita perjuangkan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kabupaten Bangka Barat Anugrah Maha Putra menyampaikan apresiasi ke pemerintah daerah yang sangat peduli dengan kesehatan warganya. “Kami mewakili BPJS Kesehatan ingin mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan BPJS Kesehatan. Kami juga mengapresiasi dukungan dan kepedulian yang besar dari Pemkab Bangka Barat untuk menjaminkan kesehatan warganya dalam Program JKN-KIS,” ujar Anugrah.

Menurutnya, dukungan Pemkab Bangka Barat sangat strategis terhadap terlaksananya pencapaian cakupan kepesertaan JKN-KIS di Kabupaten Bangka Barat hingga mencapai Universal Health Coverage (UHC).

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Jan 2021 16:35 WIB

Kasus Covid-19 di Jatim Naik Lipat Tiga Selama Tiga Bulan

Jawa Timur

Dalam tiga bulan ada seribu kasus tambahan.

22 Jan 2021 16:15 WIB

Aryn Keluar, Persebaya Tak Punya Legiun Asing Lagi

Liga Indonesia

Jika liga dimulai, persebaya hanya andalkan pemain lokal.

22 Jan 2021 16:07 WIB

Selipkan Sabu di Cincin, Pemuda Bulak Banteng Diciduk

Kriminalitas

Keduanya berniat menggelar pesta sabu.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...