Bandar Udara Juanda Musnahkan Barang Terlarang Milik Penumpang

30 Aug 2019 02:30 Surabaya

Bandar Udara Internasional Juanda memusnahkan ribuan prohibited items atau barang-barang yang dilarang dibawa dalam penerbangan seperti powerbank, aki, air radiator dan lainnya. Barang -barang tersebut berhasil ditahan oleh Aviation Security selama periode Maret hingga Desember 2018 dan dilakukan pemusnahan pada Kamis 29 Agustus 2019.

"Pemusnahan ini sesuai amanah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 80 Tahun 2017 Tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, dimana barang penumpang yang teridentifikasi dan tergolong dalam barang bawaan yang dilarang dibawa dalam penerbangan harus ditahan atau disita oleh personel keamanan bandar udara dan selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Mashabi Airport Security Senior Manager Bandar Udara Internasional Juanda.

"Hal tersebut secara terus menerus kami lakukan sebagai perwujudan komitmen kami selaku pengelola bandar udara untuk memastikan bahwa kegiatan penerbangan selalu dalam keadaan aman, selamat dan bersih dari limbah,” imbuhnya.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, disebutkan dalam poin 6.2.8 (b) bahwa prohibited items yang ditahan atau disita dapat disimpan selama satu bulan sebelum dimusnahkan.

“Tentunya, prosedur penyitaan barang dilarang pun juga didasarkan pada aturan di mana jika dalam pemeriksaan keamanan ditemukan barang dilarang yang dibawa oleh penumpang atau di dalam bagasi kabin, harus dilakukan penyitaan oleh personel keamanan bandar udara. Jadi penyitaan ini telah sesuai dengan ketentuan dan sah secara hukum,” ujarnya.

Pemusnahan prohibited items yang masuk dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) tidak dapat dilakukan secara langsung, dan sejalan dengan penerapan program lingkungan dalam pengelolaan limbah B3, saat ini Bandara Juanda Surabaya telah memiliki fasilitas TPS limbah B3 dengan izin tempat penyimpanan limbah B3 yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Maka prosedur pengangkutan, pengumpulan, dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara khusus sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Dalam hal ini, PT Angkasa Pura I Kantor cabang Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya bekerjasama dengan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLi) yang ditunjuk sebagai pemenang lelang pekerjaan jasa pengelolaan prohibited items yang masuk dalam kategori limbah B3.

Bertempat di area fasilitas TPS Limbah B3 Bandara Juanda, dilaksanakan seremoni penyerahan prohibited items periode I dari Trubus Suharsono sebagai PTS General Manager Bandar Udara Internasional Juanda kepada pihak PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) dengan barang-barang yang diserahkan berupa powerbank sebanyak 5.706 buah yang secara langsung akan diangkut ke lokasi pengelolaan limbah B3 di Bogor, Jawa Barat.

Sedangkan prohibited items lainya yaitu korek api sebanyak 7 buah kardus dan barang berbahaya lain yang termasuk dalam kategori dangerous goods seperti lem silen, pupuk tanaman, air radiator, spotcheck, gas, oli mesin jahit, braso serta LAG's campuran dengan total sebanyak 166 buah akan disimpan sementara dalam TPS Limbah B3 Bandara Juanda, dan akan diserahkan pada periode II.

“Pada pemusnahan kali ini, kami mengapresiasi semua pihak yang telah membantu mensosialisasikan barang-barang yang dilarang untuk dibawa dalam penerbangan. Pihak kami juga terus berupaya menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan penerbangan melalui berbagai saluran komunikasi, diantaranya melalui imbauan dalam TV display bandara dan sosial media. Kepedulian kita bersama sangat penting untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan penerbangan" ungkap Mashabi.

Sebagai informasi, penumpang dapat membawa powerbank ke dalam pesawat udara dengan beberapa ketentuan, yaitu harus disimpan sebagai bagasi kabin, dan bukan sebagai bagasi tercatat.

Sedangkan powerbank yang dapat dibawa masuk ke dalam pesawat udara adalah powerbank yang berkapasitas kurang dari 100Wh (20.000 mAh).

Untuk kapasitas 100 Wh (20.000 mAh) hingga 160Wh (32.000 mAh), setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal 2 unit, dengan persetujuan dari maskapai penerbangan.

 

Sedangkan powerbank dengan kapasitas lebih dari 160Wh (32.000 mAh) dan yang tidak mencantumkan keterangan kapasitas alias bodong, dilarang untuk dibawa serta ke dalam pesawat udara.