Bamsoet: Saya Maju, Tak Ada Budaya Aklamasi di Golkar

04 Nov 2019 16:56 Politik

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan tidak ada komitmen antara dirinya dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto terkait pencalonan di Munas. Menurut Bamsoet, menjadi Ketua Umum Golkar adalah panggilan tugas.

"Komitmen apaan, tanya dia dong komitmen apa. Dalam politik itu ndak ada komitmen (perjanjian hitam di atas putih). Di Golkar itu ketua umum panggilan tugas, bahwa saya cooling down kemarin untuk menjaga suasana politik tetap kondusif sampai pemilihan presiden," kata Bamsoet di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 4 November 2019.

Menurut dia, jadi tidaknya maju sebagai calon ketua umum bergantung pada kapan jadwal Munas. Bamsoet mengatakan dirinya memang berniat untuk maju sebagai calon ketua umum dan telah mendeklarasikan diri.

"Saya kan sudah declare beberapa waktu lalu. Kan sudah declare kan. Tapi saya memang cooling down sampai pelantikan presiden selesai. Kalau pertanyaanya siap maju atau tidak, ya kan sudah declare, tinggal jadwal Munasnya kapan?," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Bamsoet mengaku tak ambil pusing dengan tudingan "pengkhianatan komitmen" yang dilontarkan kubu Airlangga Hartarto. Menurut dia, dalam budaya politik tidak ada namanya pengkhianatan.

"Saya tidak bercinta tapi sedang berpolitik. Masa pacaran ada pengkhianatan?," ujarnya sambil tertawa.

Saat ini, dukungan untuk Bamsoet juga terus mengalir. Banyak kader golkar di daerah yang mendatanginya untuk memastikan kesediaan maju. Namun kepastian ini tetap menunggu jadwal Munas Golkar yang hingga saat ini belum jelas.

Yang pasti, Bamsoet meyakinkan bahwa pemilihan Ketua Umum Golkar tidak akan dilakukan secara aklamasi.

"Kalau saya tidak maju, saya yakin akan ada calon lain yang maju. Dalam tradisi Golkar itu tidak ada yang aklamasi. Saya akan dukung semua yang berniat maju. Termasuk saya juga dukung Airlangga. Saya pernah ngomong saya mendukung Airlangga maju," kata dia.

"Jadi pembacaanya begini. Dukungan saya ke Airlangga itu juga dukungan kepada siapapun agar kompetisi di Golkar sehat dan demokrasi di Golkar berjalan," kata dia.

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini