Gareth Bale. (Foto: Twitter/@GarethBale11)

Bale Harus Rela Terima Gajinya Dipotong Jika Ingin Main di MLS

Dunia 08 May 2020 11:30 WIB

Gareth Bale baru-baru ini menyatakan minatnya bermain di Major League Soccer (MLS). Hanya saja, hasrat Bale sulit terpenuhi karena gajinya yang selangit. Sehingga tak ada satu pun klub Amerika Serikat yang bersedia membayar gajinya.

Gaji bersih Bale di Real Madrid saat ini sebesar 14,5 juta euro atau 15,7 juta dolar AS per musim. Besaran itu jauh di atas pemain dengan gaji tertinggi, Javier 'Chicarito' Hernandez, yang mendapat gaji kotor 9 juta dolar AS per tahun.

Di MLS juga ada regulasi tentang plafon gaji pemain (salary cap). Dengan aturan tersebut, hanya tiga pemain dari setiap tim yang upahnya di atas batasan tersebut. Sisanya, klub hanya boleh memiliki tanggungan gaji sebesar 590.000 dolar AS per tahun.

Maka itu, Bale harus rela gajinya dipangkas bila ingin bermain di MLS. Terlebih, kondisi finansial klub-klub MLS kini sedang lesu imbas pandemi Covid-19 yang melanda AS. Bahkan, dari informasi yang beredar, klub-klub MLS sedang bernegosiasi dengan pemain untuk melakukan pemotongan gaji.

Mantan pemain yang pernah merumput di MLS, Juan Arango, meyakini hal ini sangat sulit dilakukan pemain Wales itu. Sebab, ia sudah terbiasa menerima gaji besar selama bermain di Premier League maupun La Liga.

Hanya saja, Arango menyarankan Bale melihat sisi positifnya jika dia bermain di MLS. Setidaknya, dia bisa mendapatkan pendapatannya lewat iklan komersial pribadi, serta banyak hal lainnya.

Satu hal lagi yang menurut Arango berbeda dengan kompetisi lain yang pernah dirasakan Bale, yakni minimnya tekanan di MLS. Maklum, sepak bola bukan olahraga favorit di AS.

"Satu-satunya solusi adalah Gareth harus menerima pengurangan gaji karena tidak ada franchise yang dapat membayar gajinya seperti Madrid. Dia harus memikirkan cara-cara lain untuk menghasilkan penghasilan lain dari hak komersial," ujar Arango dikutip dari AS.

"Kehilangan setengah gajinya di Madrid untuk bermain di Amerika? Saya meragukan itu, tapi mungkin dia bisa merasa hal yang lebih manusiawi di sini, karena tidak adanya tekanan.

 

"Anda memiliki kehidupan yang lebih damai di negara yang tidak akan mengkritiknya karena bermain golf," jelasnya.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Jul 2020 04:41 WIB

6 Pesan Penting Habib Syech untuk Kader Muda Perkuat Jati Diri

Khazanah

Tetap semangat dan taati protokol kesehatan di masa pandemi

06 Jul 2020 03:49 WIB

KH Ahmad Qusyairi Shiddiq, Karyanya Diapresiasi Sayid Al-Maliki

Khazanah

Kelebihan ulama pesantren dan kemampuan sastrawi

06 Jul 2020 02:22 WIB

Semangat Berkurban, Umat Islam Memiliki Sikap Global

Khazanah

Sambut Idul Adha di masa pandemi Covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...