Flu Babi Afrika dinilai mulai mendekati Indonesia. (Foto: Istimewa)

Balai Karantina: Flu Babi Afrika Mulai Mendekati Indonesia

Nasional 07 October 2019 17:58 WIB

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya terus mewaspadai penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika ke wilayah Indonesia dengan memperketat pengawasan di bandara yang memiliki penerbangan internasional.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi mengatakan saat ini penyebaran virus flu babi Afrika tersebut sudah mulai mendekat ke Indonesia, sehingga, pengawasan lebih ketat perlu dilakukan.

"Indonesia sampai sekarang masih bebas. Namun, Timor Leste, Filipina, Vietnam, sudah ditemukan. Kami akan melakukan pengawasan ketat," kata Musyaffak, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin, 7 Oktober 2019.

Musyaffak menjelaskan penularan virus flu babi Afrika tersebut bisa melalui makanan olahan yang berbahan baku daging babi, atau daging babi yang dimasak, namun belum matang. Virus tersebut tahan hidup dalam daging babi yang telah diasap, atau diberi garam.

Selain itu, kata Musyaffak, potensi lainnya adalah jika ada penumpang yang terpapar dari negara asal virus dan masuk ke Indonesia.

"Jika ada penumpang yang berasal dari negara tertular, terutama yang pernah meninjau peternakan, itu biasanya terpapar," ujar Musyaffak.

Berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia, hampir semua negara di benua Asia telah terpapar virus ASF. Diantaranya adalah Mongolia, Vietnam, Kamboja, Hongkong, Korea Utara, Laos, Myanmar, dan yang terbaru adalah Timor Leste pada September 2019.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara eksportir babi, tercatat, kurang lebih pada 2018, ekspor babi mencapai 271 ekor. Sehingga, jika virus tersebut masuk ke Indonesia, bisa menjadi ancaman serius.

Virus ASF sangat berbahaya bagi peternakan babi, dikarenakan jika terjangkit virus tersebut dapat berakibat pada kesakitan dan kematian pada ternak babi dengan tingkat mencapai 100 persen.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

12 Apr 2019 12:28 WIB

Ular Berbisa Mematikan Ditemukan dalam Paket Keripik Rendang

Nusantara

Balai Karantina Padang wilayah kerja Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat mengamankan seekor ular berbahaya dan berbisa yang dikirim dalam paket bertuliskan snak keripi

Terbaru

Lihat semua
11 Aug 2020 15:03 WIB

Siswi SMP Olah Kulit Pisang Jadi Nugget dan Pupuk Cair

Teknologi dan Inovasi
11 Aug 2020 14:57 WIB

Ini Deretan Pemain Top yang Menjadi Korban Zidane

Liga Spanyol
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...