Sejumlah personel TNI disiapkan untuk mengevakuasi korban penembakan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Nduga, Papua. (Foto: Dok TNI)

Baku Tembak TNI/Polri dengan KKSB Terjadi di Nduga

Timur Indonesia 05 December 2018 17:33 WIB

Baku tembak TNI/Polri melawan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga, Papua, terjadi lagi pada Rabu, 5 Desember 2018 yang mengakibatkan beberapa personel mengalami luka-luka.

Komandan Korem 172 Praja Wirayakti Kolonel Inf. Jhonatan Binzar Parluhutan Sianipar di Yanif 756/Wimane Sili, Jayawijaya, mengatakan bahwa kontak tembak terjadi di Distrik Yal, Kabupaten Nduga.

Hingga sore hari, kata Jhonatan Binzar, personel TNI/Polri masih terus mendapat gangguan penembakan dari KKB.

Menurut dia, Rabu pagi, KKB bergeser ke ketinggian sebelahnya, kemudian mengganggu personel TNI/Polri yang masuk daerah itu untuk mengevakuasi jenazah masyarakat sipil yang dibantai oleh KKB.

Danrem mengatakan bahwa personel terus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa masuk ke lokasi evakuasi.

"Pasukan masih dapat gangguan dari kelompok tersebut. Mudah-mudahan rekan-rekan kita di depan bisa mengatasi itu segera," katanya.

Kendala yang dihadapi personel saat melawan KKB, menurut Jhonatan Binzar, adalah sulitnya medan dan faktor cuaca yang berkabut.

"Jadi, faktor cuaca dan medan. Memang sudah ada tim kita yang sudah berada di sekitar TKP. Akan tetapi, yang disiapkan untuk evakuasi belum mendekat ke sana," katanya. (ant/wit)

Penulis : Witanto

Editor : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Mar 2020 20:38 WIB

Pandemi Covid-19, Pembangunan Venue PON Papua Jalan Terus

Lain-lain

Kementrian PUPR berkomitmen selesaikan pembangunan tepat waktu

26 Mar 2020 11:55 WIB

Busana Kantoran dengan Mengusung Tema Etnik

Inovasi

Tampil modis ke kantor dengan busana etnik.

23 Mar 2020 16:04 WIB

Polri dan TNI akan Bubarkan Paksa Kerumunan Warga

Nasional

Polri dan TNI akan membubarkan secara paksa kerumunan warga.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.