Bakal Ada Sirkuit Moto GP di 4 Destinasi Super Prioritas 

14 Feb 2019 05:03 Gerak Wisata

Rapat itu berlangsung di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Tajuk rapatnya adalah Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Nasional. Jusuf Kalla, Pak Wapres sendiri yang memimpin rapat. 

Pemerintah fokus kepada pengembangan 10 Bali baru. Dari 10 Bali baru itu, Pak Presiden sudah menetapkan 4 super prioritas. Pertama Danau Toba, Borobodur, Mandalika, dan Labuan Bajo, Komodo. Apa ada kendala?

Arief Yahya, Menteri Pariwisata, mengatakan, untuk destinasi wisata Danau Toba, dinilai tidak ada masalah berarti. Terutama dalam hal aksesibilitas serta fasilitas bandar udara.

Dana Toba tidak ada isu yang terlalu kritis. Bandara internasional sudah kita resmikan November 2017. Sejak ituitu penerban 2017 naik 300 persen. Tahun ini masih naik 50 persen.

Hal berbeda ditemukan di destinasi Candi Borobudur. Destinasi di Magelang, Jawa Tengah ini justru yang paling kritis. Dibandingkan empat destinasi lainnya. Bahkan, Borobudur masih kalah jauh dengan Angkor Wat di Kamboja. Jumlah wismannya 2,5 juta.Sepuluh kali lipat dari Borobudur.

Salah satu permasalahan yang paling krusial adalah sudah overloadnya Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Bandara ini hanya mampu menampung 1,5 juta orang. Selain itu akses dari bandara menuju Candi Borobudur juga cukup jauh.

Maka pembangunan bandara baru di Kulonprogo, Yogyakarta, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan jumlah wisman ke Borobudur. Bandara baru ini ditargetkan mampu menarik dua juta wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur dalam lima tahun.

Untuk Mandalika, Pulau Lombok dan Labuhan Bajo, tidak ada pilihan lain selain membangun infrastruktur untuk menarik wisawatan mancanegara. 

"Kita akan bangun sirkuit Moto GP. Mungkin 2020 kita sudah punya Moto GP. Kemungkinan yang pertama akan ada di Mandalika, lalu yang terakhir Labuan Bajo. Kita harapkan tahun ini juga 2019 sudah mempunyai Marina yang baru dan hotel yang baru dibangun," kata Menpar Arief Yahya.

Rapat itu pun sampai pada simpulan, Indonesia masuk dalam enam besar negara terindah di dunia. Kemudian jadi 10 besar negara yang wajib dikunjungi. Dengan modal itu saja, devisa pariwisata sudah mencapai USD17 miliar.

Pertanyaannya, produknya sudah siap belum? (*/idi)