Panduan Memilih Jodoh dalam Konsep Islam (1)Bagi Para Jomblo, Ini Tips Memilih Istri dari Ayahanda Gus Mus

19 Feb 2018 10:29 Islam Sehari-hari

Para jomblo, kerap menghadapi masalah dalam memilih jodoh. “Saya sebenarnya malu menanyakan hal ini. Tapi, saya ingin mendapat jawaban dari sudut pandang agama Islam terkait mencari jodoh,” kata si fulan pada ngopibareng.id.

Untuk menanggapi masalah ini, Redaksi ngopibareng.id menghadirkan tips dari ulama pesantren.  KH Bisri Musthofa Rembang, almghfurlah Ayahanda KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), ketika menafsiri ayat dalam Al-Quran Surat al-Rahman: 56, memperkaya pembahasan soal perjodohan itu.

Tentu saja, kami menyitir dari kitab tafsir Kisi Bisri yang termasyhur, berjudul Al-Ibriz li Ma'rifati Tafsiri Al Quran Al 'Aziz, sebagaimana dijelaskan Ustadz Ulin Nuha Karim dan Ustadz Mundzir di nu-onlie. Berikut lengkapnya:

فِيْ هِنَّ قَاصِرَاتُ الطَرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَ لَا جَآنٌّ (56)

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh manusia maupun jin sebelumnya. (QS. Al Rahman: 56)

Ana ing suwarga, ana ing panggung-panggunge lan gedung-gedunge, ana wadon-wadon kang ngeringkes paningal (ateges wadon-wadon kang tresna banget marang kakunge. Ora wadon-wadon kang mata keranjang). Selawase ora tahu kagepok dening menungsa sadurunge ahli suwarga, lan ora kagepok dening jin.

Ya, tafsir Nusantara yang berbahasa Jawa bertuliskan arab pegon itu berbunyi:

Di surga, di panggung-panggung dan gedung-gedungnya, ada perempuan -perempuan  (bidadari) yang membatasi pandangannya (maksudnya, perempuan -perempuan  yang sangat mencintai suaminya, tidak perempuan  yang mata keranjang). Selama-lamanya (perempuan  itu) tidak pernah tersentuh oleh manusia sebelum ahli surga, dan tidak (pernah) tersentuh oleh jin.

Kiai Bisri Mustofa menafsiri bahwa para bidadari-bidadari surga itu saking cintanya yang besar dan tulus terhadap suaminya. Maka mereka semua membatasi pandangannya, tidak pernah melirik sedikitpun terhadap suami ahli surga yang lainnya.

Tidak pernah tergiur akan kegantengan suami ahli surga lainnya. Dan kesucian perempuan -perempuan  surga itu pun juga terjamin, karena mereka sebelumnya tak pernah tersentuh oleh satu makhluk pun, baik dari golongan manusia maupun jin.

Yang menarik dari tafsir ini, adalah tentang pendapat Kiai Bisri tentang perempuan  di dunia yang  ia paparkan kemudian dalam kalam muhimmatun (penting) selanjutnya.

Wong-wong wadon dunya iku biasane lan umume yen banget ayune iku cok bisa gampang kepincut marang wong lanang kang den anggep bagus utawa luwih bagus katimbang kakunge.

Ia menjelasakan bahwa perempuan -perempuan  dunia itu biasanya dan bahkan umumnya, jika kecantikannya di atas rata-rata terkadang mudah terpikat kepada laki-laki lain yang menurutnya ganteng, atau lebih rupawan dari pada suaminya sendiri. (bersambung)

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini