Badai Tropis Danas dari Filipina Berdampak ke Perairan Aceh

21 Jul 2019 06:35 Warta Bumi

Perairan utara Filipina dilanda badai tropis Danas. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan badai tersebut berdampak pada cuaca buruk di perairan paling barat Aceh, Indonesia.

"Terdapat Badai Tropis Danas (985 hpa) di perairan utara Filipina, kecepatan maksimum 87 km/jam dan belokan angin ke perairan barat Aceh serta Sumatera," kata Kepala Stasiun Meteorologi Cot Ba U Maimun Saleh, Sabang, Siswanto dikutip dari Antara, Minggu 21 Juli 2019.

Fenomena tersebut berakibat pada pertumbuhan awan konvektif (potensi hujan). Selain itu, Siswanto mengatakan peristiwa itu juga membangkitkan tinggi gelombang di wilayah dan perairan sekitarnya.

"Dampak dari munculnya siklon tropis Danas di wilayah Aceh, khususnya Kota Sabang dan sekitarnya adalah cenderung terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," kata dia.

Siswanto menjelaskan kondisi cuaca di wilayah perairan Sabang-Banda Aceh cenderung hujan dengan intensitas ringan. Tinggi gelombang signifikan berpotensi antara 1-5 Meter, sedangkan angin bertiup dari arah selatan-barat daya dengan kecepatan antara 4-30 knot (setara 27 km/jam). Ia mengimbau warga setempat waspada.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, para nelayan, operator dan pengguna jasa pelayaran serta pengelola wisata air agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan dari curah hujan tinggi serta kenaikan tinggi gelombang," kata Siswanto.

"Beberapa dampak yang perlu diwaspadai adalah adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang yang berakibat pada tumbangnya pohon, baliho, spanduk dan terangkatnya seng rumah warga serta potensi gerakan tanah longsor di beberapa ruas jalan menuju lokasi wisata," imbuhnya.

Diketahui, ada pola sirkulasi angin di Samudera Pasifik utara Papua. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan 4 - 30 knot.
Sementara di wilayah selatan ekuator umumnya dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Perairan utara Sabang, Perairan Sabang - Banda Aceh, Perairan Bengkulu - P. Enggano.

Juga Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Jawa bagian timur, dan Selat Makassar bagian selatan.

Penulis : Antara
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini