Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jatim, Lia Istifhama menjenguk Dina Oktavia dan Pandu. (Foto: Alief/Ngopibareng.id)
Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jatim, Lia Istifhama menjenguk Dina Oktavia dan Pandu. (Foto: Alief/Ngopibareng.id)

Bayi Penderita Hidrocefalus di Surabaya Dapat Bantuan

Ngopibareng.id Surabaya 05 December 2019 03:03 WIB

Ketua Forum Difabel Indonesia (Fordifa) Megawati bersama Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Perempuan Tani HKTI Jatim Lia Istifhama, menjenguk Pandu, bayi yang mengidap hidrocefalus dan viral di media sosial.

Turut mendampingi perwakilan Hotel Moscha Surabaya, Nanang Sutrisno, pendamping disabilitas Kemensos, Veronica Ninik Rahayu, dan Ketua Komunitas Tolong Menolong Surabaya, Daniel Rorong.

Ketua FORDIFA, Megawati mengatakan kedatangannya di rumah Pandu, penderita Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele untuk memberikan pertolongan. 

"Kami datang untuk menolong Mbak Dina Oktavia, Ibu dari Pandu. Kami ingin publik semakin bergerak untuk menolong mereka," kata Megawati.

Sementara, Lia Istifhama mengaku sangat kagum kepada Dina yang baru berusia 21 tahun yang dengan ikhlas dan hebat tetap mau mengurus sang bayi yang mengalami cacat fisik, meskipun ditinggalkan suaminya.

"Beliau ini potret ibu yang sangat hebat dan luar biasa. Bisa setabah dan menunjukan rasa bersyukur meskipun yang dialami tidak mungkin bisa diterima dengan lapang dada oleh orang lain. Saya sangat kagum," katanya. 

Keponakan Gubernur Khofifah ini juga mendoakan kepada Dina selalu diberi kebahagiaan dan diberi kemudahan serta kesembuhan pada anaknya. 

"Semoga selalu diberi kebahagiaan dalam mengurus sang anak. Semoga ananda Pandu yang sekarang di rawat jalan RSUD Dr Soetomo bisa diberikan kemudahan dan kesembuhan oleh Allah," kata Lia.

Sementara itu, Dina Oktavia dengan tegar menceritakan perihal penyakit yang diderita anaknya. Ia mengatakan, saat itu tempat tinggalnya memang tak bersih dan higienis. Sehingga banyak tikus-tikus yang berseliweran di sekitar rumahnya.

"Waktu di USG kehamilan saya tidak ada masalah. Namun saat usia tujuh bulan, baru kelihatan ada yang janggal. Saya sangat ikhlas dengan kondisi itu karena ini amanah dari Allah. Saya harus jaga dengan baik," kata Dina.

Ia sangat berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya yang mau membantunya. Ia berharap kondisi bayinya membaik.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Oct 2020 19:00 WIB

KREBS, Aplikasi Cegah Obesitas Buatan Mahasiswa Unair

Pendidikan

KREBS Aplikasi Hindari Obesitas, Buatan Mahasiswa Unair

22 Oct 2020 18:45 WIB

Pemprov Gelar Jatim Fair 2020 Secara Virtual

Jawa Timur

Buka jaringan luas lewat sistem online

22 Oct 2020 18:32 WIB

Ruhul Jihad Harus Tetap Digelorakan, Pesan KH Said di Hari Santri

Khazanah

Amanat khusus bagi kaum santri di pasa pandemi Covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...