Evie Effendi, si penceramah gaul yang dinilai menimbulkan masalah kegamaan dalam Islam. (Foto: Istimewa)

Bacaan Al-Quran Belepotan, Ini Kritik Gus Baha untuk Evie Effendi

Khazanah 03 July 2020 10:09 WIB

Dalam satu video Evie Effendi, seorang penceramah dengan gaya tampilan milenial dan ketika membaca Al-Qur'an melenceng dari kaidah membaca Al-Quran yang benar. Bahkan, ada yang menilnya "belepotan dan ngawur" meskipun ia tampil percaya diri.

Dalam suatu media, ia mengaku belajar Islam langsung ke Rasulullah dan para Sahabat.

Dalam beberapa ceramah, KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha') memberikan penjelasan berikut:

"Kalau ada yang bilang, langsung ke Nabi saja karena Nabi tidak pernah bersalah, sedang ulama bisa salah. Lha, kamu tahu Nabi tak pernah salah dari siapa? Kalau bodoh jangan keterlaluan"

Terkait hal itu, Akhmad Musta'in, seorang santri, memberi catatan. Umat Islam yang awam ilmu agamanya bisa dikategorikan ke dalam dua kelompok.

Pertama, awam agama dan karena menyadari keawamannya itu bersungguh-sungguh belajar agama dimulai dengan bersungguh-sungguh mencari guru yang terpercaya.

Kedua, awam agama, tetapi tidak memiliki kesungguhan sebagaimana kelompok pertama, belajar agama sekenanya dengan cara coba-coba (biasanya enggan mendatangi guru ngaji di kampungnya karena ewuh-pakewuh, gengsi atau malas saja).

Kepada kelompok kedua ini para pemilik otoritas ilmu agama (terutama MUI karena lembaga ini yang dianggap punya otoritas oleh kelompok ini) seyogyanya memberikan arahan yang tegas dan keras seperti status Kiai Ahmad Ishomuddin ini.

Dalam media sosial yang beredar, KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU mengatakan, "Ust (?) Evie Effendi sesat karena mengatakan Nabi Muhammad sesat itu tidak mampu membaca Al-Quran dengan benar dan tidak paham agama, haram diikuti".

Berikut di antara video Evie Effendi yang bacaan dinilai kurang tepat. Dalam video tersebut, sekaligus dijelaskan titik lemah dari bacaan yang tak tepat oleh kiai muda dari Deli Serdang, Syaikh Malim Mudo:

Bermasalah Sejak Awal

Terkait model dakwah penceramah milenial Evie Effendi banyak menimbulkan masalah. Sebelumnya, bukan soal bacaan Al-Quran yang tak sesuai dengan kaidah membaca Kitab Suci yang benar, melainkan juga pemahamannya tentang Rasulullah Muhammad SAW yang dinilia para ulama kurang benar.

Dalam catatan Ngopibareng.id, Evie Effendi sempat dipolisikan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat terkait video ceramah yang menyebut 'nabi Muhammad sesat'. Bagaimana isi videonya?

Video berdurasi 1 menit 20 detik tersebut viral di media sosial (medsos) sejak beberapa hari lalu. Dalam video, ustadz gaul tersebut tampak berceramah di dalam sebuah ruangan. Di depan jemaah, Evie Effendi tampak berdua bersama rekannya.

Dalam video yang beredar di media sosial pada Senin 13 Agustus 2018 via YouTube yang diunggah akun Generasi Muda NU, Evie mengutip ayat 7 Surat Ad-Dhuha. Dia mengatakan Muhammad sebelum menjadi nabi adalah sesat. Dia juga mempertanyakan tradisi Muludan atau Maulid Nabi yang dilakukan kebanyakan masyarakat di Indonesia.

"Setiap kita bodoh, ada di Al-Quran Surat Ad-Dhuha, 'wa wajadakan dhooollan fa hada'. Setiap orang itu sesat awalnya, Muhammad termasuk. Maka kalau ada yang Muludan ini memperingati apa ini, memperingati kesesatan Muhammad," kata Evie dalam tayangan video itu.

"Eh ustaz wawanianan nyebut (ustaz beranian bilang) Muhammad sesat. Nya heeh keur orok mah kabeh ge teu nyaho nanaon atuh (iya lagi bayi semua juga enggak tahu apa-apa)," kata Evie berbahasa Sunda menambahkan.

Evie lantas meminta rekannya melanjutkan : "Ketika Allah mendapatimu dalam keadaan sesat lalu Allah memberikan petunjuk," kata teman itu

"Jadi ceuk allah nyak. Lamun pa Evie nyebut muhammad sesat, eta ayatna, berdasar kitu. Jadi ketika muludan teh memperingati naon? Da nabi can jadi nabi harita mah. Baru ya orok. Malah di ayat itumah masih tersesat teu nyaho nanaon (jadi kata Allah ya. Kalau Pa Evie bilang Muhammad sesat itu ada ayatnya, berdasar itu. Jadi ketika maulid Nabi memperingati apa? Nabi belum jadi nabi dulu mah. Baru bayi.alah di ayat itu masih tersesat, enggak tahu apa-apa)," tutur Evie.

Video itu menjadi viral. Bahkan Evie dilaporkan oleh IPNU ke Polda Jabar. Evie dilaporkan melalui salah satu pengurus IPNU Jabar Hasan Malawi dengan nomor laporan UU ITE dengan nomor laporan : LPB/769/VIII/2018/JABAR.

Dalam laporannya, pelapor menyebut video ceramah ustaz Evie yang viral di media sosial (medsos) soal tafsir surat Ad Duha ayat ke-7 yang menyatakan semua orang di muka bumi ini pernah tersesat termasuk Nabi Muhammad dan orang yang memperingati maulid nabi memperingati kesesatannya ialah salah.

"Ini kegelisahan muncul dari kader IPNU se-Jabar. Karena tafsiran yang dilakukan Evie Effendi sudah sangat krusial sekali salahnya. Sehingga kemudian kita musyawarah dan sebagainya akhirnya kita ikhtiar melaporkan ke Polda Jabar. Karena eskalasinya di Jabar. Jadi muncul kegelisahan, khawatir kalau itu tidak dilakukan bisa repot," ucap Hasan yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kaderisasi IPNU Jabar, dikutip dari detikcom.

Karena banyaknya reaksi yang muncul, Evie akhirnya buka suara dan meminta maaf. Permintaan maaf itu diunggahnya dalam video di Instagram.

Berikut ini pernyataannya.

"Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah kami bertawakal, berikhtiar dengan pernyataan ini. Saya bersaksi tiada Illah kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah mutlak pilihan Allah dan utusan Allah sebagai Rahmatan lil Alamin untuk kami para umatnya. Saya Evie Effendie manusia biasa yang saya nyatakan saya bersalah karena di satu ceramah saya, saya menyatakan Muhammad sebelum diangkat nabi tersesat tapi maksudnya bukan itu.

Kalaupun itu sudah dianggap sebagai pernyataan dan sudah publish, mohon maaf atas kesalahan saya dengan pernyataan itu. Kepada ormas Islam. Muhammadiyah, Persis, NU atau apapun ormas Islam, atas nama pribad saya memohon maaf semoga ini menjadi hikmah dan pelajaran bagi siapapun agar berhati melisankan suatu terlebih agama. Dengan kejadian ini saya belajar banyak bahwa saya dhoif akan ilmu agama maka tolong bimbing saya, tuntun saya lebih bijak lebih arif menyampaikan pesan-pesan agama yang jadi tanggung jawab kita semua.

Apakah memaafkan saya? Apakah jemaah di sini memaafkan saya? Terima kasih semoga ungkapan amalnya menjadi amal saleh. Semoga Allah mengampuni seluruh kesalahan dosa apapun itu bentuknya sengaja tidak sengaja, kecil besar, sadar tidak sadar. Semoga Allah mengampuni"

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 23:45 WIB

Vinales Lepas dari Kutukan Pole Position

MotoGP

Vinales meraih pole position dan finis pertama.

20 Sep 2020 23:30 WIB

Bupati Aceh Barat Positif Covid-19, Istri dan Anaknya Negatif

Nasional

Hasil tes swab Bupati Aceh Barat positif Covid-19.

20 Sep 2020 23:15 WIB

Aubameyang Pemain Bergaji Termahal di Liga Inggris

Liga Inggris

Gaji Aubameyang termahal dibanding pemain di Liga Inggris lainnya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...