Awas!! di Jawa Timur Beredar Beras Palsu

30 Aug 2018 18:30 Jawa Timur

Hati-hati buat ibu-ibu jika belanja beras. Sebab, sudah beredar beras merek palsu alias harga tak sesuai kualitas di berbagai wilayah Jawa Timur.

Ini terungkap setelah Subdit I Tipid Indagsi (Industri Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek gudang penyimpanan beras premium merek palsu di Kedung Kandang Kota Malang.
 
Selain menemukan beras kemasan palsu, petugas juga mengamankan tersangka Harianto pemilik gudang beras.

Tersangka ditangkap lantaran terbukti memalsukan merek beras mutu premium MTR (Mentari) menjadi MRI dengan kualitas medium. Perbuatan ini merugikan konsumen dan melanggar UU 2016 tentang merek dagang.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Agus Santoso, menjelaskan sindikat kejahatan pemalsuan merek beras premium ini dilakukan secara berkelompok yang berada di setiap daerah di Jawa Timur.

"Tersangka selama lebih dari satu tahun telah melakukan kejahatan pemalsuan merek beras premium," katanya di Mapolda Jatim, Kamis 30 Agustus 2018.

Seluruh beras merek palsu ini dijual lebih mahal dari harga beras kualitas medium. Sesuai harga di pasaran beras medium dijual berkisar Rp 9.500 sedangkan beras mutu premium Rp 12.000.

"Ini beras medium yang dikemas menggunakan merek premium dijual di atas harga jual beras medium. Di pasaran beras merek palsu dijual sama dengan beras merek asli MRT yakni kemasan 25 kilogram berharga sama senilai Rp 250 ribu," lanjutnya.

Pemalsuan merek beras ini melanggar UU 2016 tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan perlindungan konsumen.

Sebab, sangat merugikan konsumen yang membeli beras kualitas premium dengan harga mahal, namun hanya mendapat beras kualitas medium.

"Kita sudah lakukan uji laboratorium mutu dari dari dua merek beras asli dan palsu ini sangat jauh berbeda tapi dijual sama di pasaran," ujarnya.

Peredaran beras premium merek palsu ini telah menyebar di seluruh daerah Jawa Timur. Untuk itu, konsumen bisa teliti membeli beras kualitas premium.

"Perbedaan paling mencolok beras merek palsu cenderung lebih banyak butiran beras dibandingkan merek beras premium asli, " ujarnya. (tom/wit)

Penulis : Rahmad Utomo


Bagikan artikel ini