Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Foto: Council on Foreign Relations)
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Foto: Council on Foreign Relations)

Awas! Dunia di Ambang 'Bencana Moral', Tengara WHO

Ngopibareng.id Internasional 19 January 2021 07:27 WIB

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi tengara sesuatu terjadi di balik bencana. Menurutnya, dunia berada di ambang "bencana kegagalan moral yang dahsyat" dalam mendistribusikan vaksin COVID-19 karena adanya kecenderungan nasionalisme dalam pemberian vaksin.

Untuk itu, Senin 18 Januari 2021, Dirjen WHO itu mendesak negara-negara dan produsen vaksin untuk berbagi dosis secara lebih adil di seluruh dunia.

Tedros mengatakan prospek distribusi yang adil berada pada "risiko serius", seperti skema pembagian vaksin COVAX yang bertujuan untuk mulai mendistribusikan vaksin COVID bulan depan.

Dia mencatat 44 kesepakatan bilateral untuk penyediaan vaksin telah ditandatangani tahun lalu dan setidaknya 12 kesepakatan lainnya telah ditandatangani tahun ini.

"Hal ini dapat menunda pengiriman vaksin COVAX dan menciptakan skenario yang pada awalnya ingin dihindari dengan dibentuknya COVAX, seperti penimbunan, pasar yang kacau, respons yang tidak terkoordinasi, serta gangguan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Tedros, dikutip Reuters, Selasa 19 Januari 2021.

Cara-cara semacam "saya lebih dulu" itu membuat orang-orang paling miskin dan paling rentan di dunia dalam risiko, kata Tedros pada pembukaan pertemuan Dewan Eksekutif tahunan WHO yang dilakukan dalam format virtual.

"Pada akhirnya tindakan-tindakan seperti ini hanya akan memperpanjang pandemi," ujar dia.

Perebutan global untuk mendapatkan pasokan vaksin COVID telah meningkat ketika varian virus corona yang lebih menular beredar.

Tedros mengutip sebagai contoh ketidaksetaraan bahwa lebih dari 39 juta dosis vaksin COVID telah diberikan di 49 negara berpenghasilan tinggi sedangkan hanya 25 dosis telah diberikan di satu negara miskin.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Mar 2021 22:47 WIB

Gus Muid Kembali Dipilih Pimpin DPC PKB Kota Kediri

Politik

Muscab DPC PKB juga merekomendasikan Gus Muid maju Pilkada

07 Mar 2021 22:30 WIB

Quartararo Akui Kesulitan Pahami Motor M1

MotoGP

Quartararo berharap bisa lebih baik di latihan resmi kedua hari ini.

07 Mar 2021 22:01 WIB

Bamsoet Minta Owner Ferarri Promosikan Indonesia Saat Touring

Nasional

Saat touring bisa mendokumentasikan keindahan Indonesia di medsos.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...