Ketua KPK Firli Bahuri saat naik heli mewah milik swasta, 20 Juni lalu. (Foto:Istimewa)
Ketua KPK Firli Bahuri saat naik heli mewah milik swasta, 20 Juni lalu. (Foto:Istimewa)

Awal Agustus, Dewan Pengawas KPK Selesai Periksa Firli Bahuri

Ngopibareng.id Hukum 23 July 2020 14:49 WIB

Pemeriksaan terhadap Ketua KPK Firli Bahuri atas dugaan pelanggaran kode etik saat menggunakan helikopter mewah milik swasta, rampung awal Agustus 2020. Pemeriksaan dilakukan Dewan Pengawas KPK.

"Semoga awal Agustus bisa rampung," kata anggota Dewan Pengawa KPK, Sjamsuddin Haris, di Jakarta, Kamis.

Ia menyatakan Dewas KPK saat ini tengah fokus menyiapkan Rapat Koordinasi dan Pengawasan dan Rapat Evaluasi Kinerja KPK Triwulan II. "Akhir Juli ini dewas fokus Rakorwas dan Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan II," ujar Haris.

Atas dugaan pelanggaran kode etik itu, Dewan Pengawas KPK pun sudah memintai keterangan Bahuri dan juga Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Diketahui, dugaan pelanggaran kode etik oleh Bahuri diadukan MAKI ke Dewan Pengawas KPK pada Rabu 24 Juni lalu.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengaku sudah mendapat penjelasan langsung dari Bahuri soal penggunaan helikopter itu. Bahuri, kata dia, menggunakan helikopter dari Palembang ke Baturaja, Sumatera Selatan, demi efisiensi waktu.

Aduan MAKI itu adalah yang kedua di mana dalam aduan pertama diduga Bahuri melanggar protokol Covid-19 karena tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak ketika bertemu puluhan anak-anak di Baturaja.

Adapun inti surat yang dikirim ke Dewan Pengawas KPK itu bahwa pada Sabtu 20 Juni, Bahuri melakukan penerbangan dari Palembang ke Baturaja untuk kepentingan pribadi keluarga, yakni ziarah ke makam orangtuanya.

Penerbangan menggunakan sarana helikopter milik perusahaan swasta dengan kode PK JTO. MAKI menganggap hal tersebut bertentangan dengan kode etik pimpinan KPK yang dilarang bergaya hidup mewah.

Dalam Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 01/2020 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi pada bagian integritas poin 27 disebut bahwa seluruh insan KPK tidak menunjukkan gaya hidup hedonisme sebagai bentuk empati kepada masyarakat terutama kepada sesama insan komisi. (ant/asm)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Oct 2020 19:37 WIB

Gus Ipul Jadi Warga Kehormatan Silat Mancilan

Pilkada

Saifullah Yusuf dinobatkan jadi Warga Kehormatan Silat Mancilan.

22 Oct 2020 19:15 WIB

Transformasi Sains dan Teknologi Penting bagi Kaum Santri

Khazanah

Pesan Hasan Chabibie, Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud

22 Oct 2020 19:00 WIB

KREBS, Aplikasi Cegah Obesitas Buatan Mahasiswa Unair

Pendidikan

KREBS Aplikasi Hindari Obesitas, Buatan Mahasiswa Unair

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...