Foto tentara Australia yang disebut disinformasi, diunggah oleh pemerintah China. (Dailymail)
Foto tentara Australia yang disebut disinformasi, diunggah oleh pemerintah China. (Dailymail)

Australia dan China Memanas, Wechat Blokir Pesan PM Morrison

Ngopibareng.id Internasional 02 December 2020 22:00 WIB

Aplikasi media sosial yang bermarkas di China, Wechat, memblokir pesan Perdana Menteri Scott Morrison, di tengah memanasnya hubungan Australia dan China. Sebelumnyam China mengunggah cuitan tentang tentara Australia yang memegang pisau penuh darah di leher anak Afghanistan.

Diketahui, Morrison mengunggah status di Wechat untuk mengkritik "gambar yang salah", sambil memuji komunitas China di Australia, dilansir dari Reuters.

Dalam pesannnya, Morrison juga mempertahankan posisi Australia yang sedang melakukan penyelidikan atas tindakan unit khusus yang berada di Afghanistan. Mereka dituduh terlibat dalam pembantaian warga sipil. Morrison menyebut jika Australia akan berhadapan dengan "isu yang berduri" dengan cara yang transparan.

Namun, pesan yang diunggah Selasa itu telah diblokir oleh Wechat pada Rabu petang, dengan catatan yang dibuat oleh "Pusat Operasi Resmi Kantor Wixin". Dalam pesannya, Wechat mengatakan jika konten tak bisa dilihat karena melanggar aturan, termasuk mendistorsi peristiwa bersejarah, dan membingungkan publik.

Tencent, pemilik Wechat belum merespon konfirmasi dari Reuters.

Diketahui sebelumnya, militer Australia diduga membunuh 39 tahanan tak bersenjata dan penduduk sipil Afghanistan. Salah satu komandan seniornya dilaporkan memaksa tentara junior untuk membunuh tahanan yang tak bersenjata. Laporan itu muncul dari hasil penyelidikan selama empat tahun.

Minggu lalu, Australia mengumumkan bahwa 19 tentara aktif akan segera didakwa kasus kriminal.

Di tengah informasi ini, Beijing lantas mengunggah foto seorang tentara Australia yang memegang pisau berdarah di leher anak Afghanistan. Status yang diunggah juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian diebut sebagai manipulatif dan disinformasi.

Namun China menolak seruan Morrison untuk meminta maaf atas unggahan foto tersebut. (Rtr)

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Jan 2021 21:15 WIB

FK Unair Ciptakan Aplikasi untuk Lindungi Nakes dari Covid-19

Kesehatan

Aplikasi ini bisa menjadi sarana KIE bagi nakes dalam menangani covid-19.

16 Jan 2021 21:00 WIB

Greysia/Apriyani Melaju ke Final Thailand Open 2021

Bulutangkis

Greysia/Apriani kalahkan ganda Korsel Lee So-hee/Shin Seung-chan.

16 Jan 2021 20:45 WIB

Maret, Asprov PSSI Jatim Gelar Kongres Secara Offline

Liga Indonesia

Kongres akan digelar secara offline dengan protokol kesehatan Covd-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...