Sejumlah oknum polisi tak melepas sepatunya saat mengejar oknum mahasiswa yang diduga melakukan pelemparan batu saat aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Selatan, Selasa 25 September 2019. (Foto/video: Instagram @makassar_iinfo)

Astagfirullah, Video Polisi Masuk Masjid Pakai Sepatu

Nasional 25 September 2019 09:30 WIB

Masjid merupakan tempat suci bagi umat Islam. Oleh karena itu, masjid harus bersih dari najis. Saat memaski masjid pun harus melepas alas kaki sesuai batas suci di lantai masjid.

Ironisnya, sebuah video viral memperlihatkan oknum polisi berseragam lengkap plus senjata masuk masjid sambil mengenakan sepatu.

Video itu diunggah akun Instagram @makassar_iinfo. "Polisi menangkap mahasiswa sampai masuk ke dalam masjid."

Dalam keterangannya dijelaskan bahwa mahasiswa yang ditangkap tersebut merupakan demonstran yang berunjuk rasa di depan DPRD Sulawesi Selatan, terkait revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) dan Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP), untuk menggantikan KUHP peninggalan zaman kolonial Hindia Belanda.

Namun karena terjadi bentrok, mahasiswa kabur ke dalam masjid yang letaknya di sebelah Gedung DPRD Sulawesi Selatan (Sulsesl).

Polisi tanpa lepas sepatu pun merangsek masuk menangkap mahasiswa. Sejumlah mahasiswi yang ada di dalam masjid sudah mengingatkan polisi bahwa tidak boleh masuk masjid pakai sepatu. “Sepatu pak,” kata mahasiswi yang merekam kejadian itu.

Video polisi masuk masjid pakai sepatu ini sudah ditonton lebih dari 73 ribu kali. Netizen pun ramai-ramai mengomentari dengan kalimat pedas.

"Gak tau batas suci kah?" tulis akun @wina08asih.

"Saya tau menjalankan tugas tapi itu masjid bukan lapangan!!!" tulis akun @ismaumar_.

Video serupa juga diunggah ke akun Instagram @nk_nillah. "Astagfirullah Pak," demikian keterangan menyertai video tersebut.

View this post on Instagram

Polda Sulsel akhirnya angkat bicara mengenai video viral yang menunjukkan oknum polisi masuk masjid dengan sepatu. Mereka mengakui, video tersebut terjadi di Makassar saat aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (24/9/2019). . Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani meralat pernyataan sebelumnya. Awalya dia membantah kejadian polisi masuk masjid pakai sepatu tersebut terjadi di Makassar. . "Awal beredarnya video tersebut, memang mirip kejadian di Petamburan, Jakarta. Namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, bahwa memang betul masjid itu ada di sebelah Kantor DPRD Sulsel," tulis Dicky dalam keterangannya. . "Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Polda Sulsel memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden tersebut," sambung Dicky. . Dicky menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat polisi yang tengah mengamankan aksi unjuk rasa dilempari batu. Setelah itu, mahasiswa yang menurut Dicky melempari polisi dengan batu, lari dan bersembunyi di masjid tersebut. . "Mahasiswa yang melempar petugas sengaja menjadikan masjid sebagai tameng. Akhirnya petugas menangkap mahasiswa pelaku pelemparan yang bersembunyi di masjid," jelas Dicky. . Dicky mengatakan, oknum polisi yang bertindak berlebihan dalam pengamanan unjuk rasa tersebut akan diproses. Begitu pula dengan mahasiswa yang melakukan pelemparan batu. . Artikel : Sindonews.com

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Polda Sulawesi Selatan akhirnya angkat bicara mengenai video viral yang menunjukkan oknum polisi masuk masjid dengan sepatu. Mereka mengakui, video tersebut terjadi di Makassar saat unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa 24 September 2019.

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Sulses Kombes Pol Dicky Sondani, meralat pernyataan sebelumnya.

"Awalnya beredar video tersebut memang mirip kejadian di Petamburan (Jakarta). Namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, bahwa memang betul masjid itu ada di sebelah Gedung DPRD Sulsel," tulis Dicky dalam keterangannya.

Awalnya, Dicky sempat membantah kejadian polisi masuk masjid pakai sepatu tersebut terjadi di Makassar.

"Sehubungan dengan hal tersebut, Polda Sulsel memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden tersebut," sambung Dicky.

Dicky menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat polisi yang tengah mengamankan aksi unjuk rasa dilempari batu, Setelah itu, mahasiswa yang menurut Dicky melempati polisi dengan baru itu, lari dan bersembunyi di masjid tersebut.

"Mahasiswa yang melempar petugas sengaja menjadikan masjid sebagai tameng. Akhirnya, petugas menangkap mahasiswa pelaku pelemparan yang bersembunyi di masjid," terangnya.

Saat ini, oknum polisi yang bertindak berlebihan dalam pengamanan unjuk rasa tersebut akan diproses. Begitu juga dengan mahasiswa yang melakukan pelemparan batu.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Sep 2019 17:43 WIB

Masuk Masjid Pakai Sepatu, Polisi Minta Maaf ke Imam dan Pengurus

Nasional

Masuk ke masjid pakai sepatu, polisi datangi pengurus untuk minta maaf.

25 Sep 2019 12:05 WIB

Polisi Masuk Masjid Pakai Sepatu,MUI: Itu Merendahkan Tempat Suci

Nusantara

MUI Makassar menyayangkan tindakan polisi yang masuk masjid dengan memakai sepatu.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...