Ilustrasi. Pembunuhan seorang ASN di Sumatera Selatan.

Motif Pembunuhan ASN Dinas PU Karena Bisnis Berbuntut Penipuan

Nusantara 26 October 2019 00:23 WIB

Kasus pembunuhan ASN Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Provinsi Sumatera Selatan yang mayatnya dicor semen berawal dari jual beli mobil.

Kasubdit Jatanras Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariadi, di Palembang, Jumat, mengatakan pelaku pembunuhaan diketahui bernama Yudi Tama Rianto, 50 tahun, yang bekerja sebagai pegawai honorer di Kementerian PU Balai Besar Jalan dan Jembatan wilayah I Satker Metropolis Palembang.

Kasus konflik antara korban dan pelaku ini dipicu dari jual beli mobil. Pelaku ini sudah berteman lama dengan korban. Karena pelaku masih satu kantor dengan korban, akhirnya tawaran itu diterima.

"Sebagai teman dekat, Pelaku menawarkan mobil Kijang Innova tahun 2016 di Jakarta. Tapi, setelah uang ditransfer mobilnya tidak kunjung datang. Akhirnya korban meminta uangnya kembali," kata Yudhi, di Mapolda Sumsel, Jumat, 25 Oktober 2019.

Lanjut Yudhi, saat ditagih Yudi hanya mampu mengembalikan sebagian. Yudi kemudian meminta saran pamannya, Aci. "Aci menyarankan untuk membunuh Aprianita," katanya.

Kepada penyidik, Yudi mengaku sebelum membunuh Aprianita, ia lebih dulu memberikan minuman bercampur obat tetes mata kepada korban.

Minuman itu ia berikan saat korban berada di dalam mobil. "Sebelum menjemputnya di rumah, saya beli minum dan obat tetes mata dulu di jalan. Lalu saya campurkan dan diletakkan di dasboard mobil, "kata Yudi.

Ketika menenggak minuman tersebut, Aprianita pun lemas tak berdaya. Namun korban masih dalam kondisi hidup. Melihat korban lemas, Yudi lalu menjemput pamannya yang dipanggil Aci.

"Sebelumnya saya curhat sama Aci kalau ada utang. Aci menyarankan agar dibunuh saja. Jadi saya turuti, saya disuruh kasihkan ke korban minuman campur obat tetes mata. Setelah itu menjemput Aci di rumah," ujar dia.

Usai menjemput Aci, ternyata paman pelaku ini mengajak dua rekannya yang lain untuk ikut menghabisi nyawa korban. Dua pelaku itu bertugas untuk menjerat leher korban dari belakang.

"Kami jemput dua orang lagi. Mereka naik mobil dan duduk di belakang. Korban langsung dijerat. Kondisinya waktu itu masih lemas," kata tersangka.

Setelah memastikan korban tewas, Yudi bersama tiga pelaku lain membawa jenazah korban ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat untuk mengubur Aprianita.

Jenazah korban langsung diturunkan oleh tersangka Aci. Sementara Yudi langsung pergi mengantarkan dua pelaku lagi pulang.

"Aci yang menguburkan, saya tidak tahu bagaimana dia menghuburkannya. Dicor itu juga saya tidak lihat. Karena kondisinya malam hari," ujar dia.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Jun 2020 16:42 WIB

618 ASN di Kabupaten Probolinggo Rapid Test

Jawa Timur

Setipa hari sekitar 150 ASN jalani rapid test.

07 Jun 2020 12:50 WIB

Komentari Menstruasi, Penulis Harry Potter Diserang di Twitter

Hiburan

Dianggap anti-trans dan transfobia

05 Jun 2020 18:00 WIB

Uang Jaminan 3 Eks Polisi “Pencabut Nyawa” George Floyd Rp14 M

Internasional

Hakim menetapkan besaran uang jaminan 3 eks polisi Minneapolis Rp14 M.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...