Slank ketika mendatangi Kedubes Korea Selatan. (Instagram)

Slank Satukan Korsel-Korut dengan 'Asian Dance'

Musik 01 August 2018 11:46 WIB

Grup band Slank ditunjuk sebagai jembatan untuk hubungan Korea Selatan, Korea Utara, dan Indonesia dalam ajang Asian Games. Melalui lagu miliknya '(Non Political) Asian Dance', Kaka, Bimbim, dan Ridho Slank mendatangi Kedubes Korea Selatan.

“Hari ini kita ngasih surat dan CD album Energy of Asia Asian Games. Kita berharap lewat Asian Games, sportivitas dan kedamaian negara di Asia bisa terpancar,” ungkap Kaka.

Kedubes Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang Beom mengungkapkan rasa bangganya akan kehadiran Slank. Menurutnya, lagu '(Non Political) Asian Games' ini banyak memberikan pesan perdamaian untuk mendukung Asian Games.

“Kami hari ini didatangi Slank, sebuah kehormatan dan penyemangat bagi kami. Lagu dari Slank yang berjudul '(Non Political) Asian Games' ini memberikan pesan untuk kita semua mencintai dan mewujudkan perdamaian,” ungkap Kim Chang Beom.

Slank ketika mendatangi Kedubes Korea Selatan InstagramSlank ketika mendatangi Kedubes Korea Selatan. (Instagram)

Lewat lagu ini, Slank ingin memperlihatkan perdamaian Korea Selatan dan Korea Utara pada dunia melalui Asian Games.

“Karena Korut-Korsel itu pandangan politiknya berbeda di dunia. Demi olahraga, kita hapuskan dulu perbedaan. Jadi di saat ajang Asian Games, semua bernapas menebarkan perdamaian dan cinta,” ucap Ridho.

“Gua rasa ini harapan semua bangsa Indonesia. Kita pernah ke Korsel, ke Semenanjung Korea, perbatasan Korut-Korsel, dan memang ada rasa semangat ajak perdamaian. Di Asia yang beda pandangan politik baru Korut-Korsel,” pungkasnya. (amm)

Penulis : Amanah Nur Asiah

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 19:46 WIB

Bisnis Pakaian Budaya dan Nasionalis, Mahasiswa Undika Lolos KBMI

Teknologi dan Inovasi

Produknya tetap ikuti trend sehingga terlihat keren

07 Aug 2020 17:40 WIB

Update Corona di Indonesia: Tambahan 2.473 Kasus Positif

Nasional

Total kasus corona di Indonesia hari ini sebanyak 121.226 orang.

07 Aug 2020 17:25 WIB

50 Jamaah Tabligh Dipulangkan, 701 Orang Lainnya Masih di India

Nasional

Mereka dikenai dakwaan pelanggaran visa dan aturan karantina pandemi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...