Ilustrasi asap rokok elektrik. (Foto:Ngobar)

Asap Rokok Elektrik Lebih Berbahaya

Nasional 28 August 2019 18:34 WIB

Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengingatkan masyarakat agar dapat menghindari asap rokok elektrik yang lebih berbahaya bagi perokok aktif maupun perokok pasif.

"Asap rokok elektrik ini lebih bahaya karena menggunkan zat adiktif untuk aroma dan rasanya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Rabu.

Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi kian maraknya penggunaan rokok elektrik di kalangan masyarakat, dengan dalih mengurangi risiko penggunaan rokok konvensional.

Menurutnya, pada dasarnya rokok konvensional dan elektrik memiliki dampak buruk terhadap kesehatan yang sama, karena rokok elektrik menggunakan liquit dalam bentuk cairan.

Dengan demikian, orang tua yang memiliki bayi dan balita sebaiknya dapat menghindari agar bayi dan balita tidak terdampak asap rokok elektrik yang dapat menyebabkan gangguan tenggorokan hidung dan pernapasan serta dampak kesehatan lainnya.

"Karenanya, orang tua kita harapkan bisa lebih waspada dan menghindari anak-anak dari bahaya asap rokok," katanya.

Di sisi lain, Usman berhadap kepada para perokok baik perokok konvensional maupun elektrik agar dapat mematuhi aturan jika ada kawasan tanpa asap rokok dan merokok pada ruang yang telah disedikan.

"Kita memang tidak bisa melarang masyarakat untuk tidak merokok karena itu adalah hak masing-masing, tetapi perokok perlu tahu juga hak orang di sekitarnya," ujarnya.

Menyinggung tentang Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Mataram, Usman mengatakan, regulasi tersebut sudah berjalan sejak perda ditetapkan beberapa tahun lalu.

Pada beberapa tempat seperti di lingkungan sekolah, perkantoran, tempat ibadah dan pusat pelayanan kesehatan perda tersebut sudah dilaksanakan.

"Tapi kita akui, sampai sekarang perda itu belum dapat berjalan secara maksimal, meskipun pemerintah kota telah melakukan sosialisasi dan penyediaan ruang khusus merokok dan menetapkan sanksi denda sesuai perda," ujar Usman. (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Aug 2020 17:27 WIB

Paparan Asap Rokok dan Anemia Saat Hamil Picu Risiko Stunting

Kesehatan

Kasus stunting di Indonesia disebabkan banyak faktor.

25 Apr 2020 15:47 WIB

Virus Corona Bisa Menular Melalui Asap Rokok?

Kesehatan

Benarkan virus corona bisa menyebar melalui asap rokok?

14 Apr 2020 22:11 WIB

Artis Sinetron Naufal Samudra Ditangkap Polisi

Selebriti

Ia kedapatan konsumsi ganja dalam bentuk cairan rokok elektrik.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...