AS Jual Senjata Senilai Rp31 Triliun pada Taiwan, China Keberatan

09 Jul 2019 13:25 Internasional

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui kemungkinan penjualan persenjataan kepada Taiwan senilai 2,2 miliar dolar AS (sekitar Rp31 triliun), menurut Departemen Pertahanan AS pada Senin kemarin.

Persetujuan diberikan kendati ada keberatan dari China soal kesepakatan tersebut.

Persenjataan yang akan dibeli oleh Taiwan akan berupa tank M1A2T Abrams, peluru kendali Stinger serta peralatan-peralatan terkait.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada Juni, yaitu ketika laporan soal kemungkinan pembelian senjata itu muncul pertama kali, bahwa China benar-benar prihatin soal penjualan senjata oleh AS kepada Taiwan. China mendesak AS untuk menghentikan tindakan tersebut agar hubungan kedua negara tidak terganggu.

Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan-Dephan AS (DSCA) mengatakan dalam pernyataan bahwa penjualan persenjataan, atas permintaan Taiwan, itu tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di kawasan tersebut.

Taiwan meminta AS untuk menjual kepadanya antara lain 108 tank M1A2T Abrams buatan General Dynamics Corp serta 250 rudal Stinger.

DSCA pada Senin memberi tahu Kongres soal kemungkinan penjualan senjata tersebut. Menurut DSCA, persenjataan yang kemungkinan dibeli Taiwan juga berupa senapan mesin, amunisi, kendaraan lapis baja Hercules untuk memperbaiki tank-tank yang tak berfungsi serta kendaraan pengangkut peralatan berat.

Reuters pada Juni melaporkan bahwa pemberitahuan tak resmi soal pengajuan penjualan senjata itu sudah disampaikan kepada Kongres AS.

Amerika Serikat adalah pemasok utama persenjataan bagi Taiwan, yang dianggap China sebagai provinsinya yang berkhianat.

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen pada Maret mengatakan Washington telah memberikan tanggapan positif terhadap permintaan Taipei untuk membeli persenjataan baru agar dapat meningkatkan kemampuan pertahanannya dalam menghadapi tekanan dari China.

AS tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan namun terikat secara hukum untuk membantu Taiwan untuk mempertahankan diri. (an/ar)

Penulis : M. Anis


Bagikan artikel ini