Kedutaan besar Rusia  di Washington DC mengibarkan bendera setengah tiang, setelah Presiden Trump menguusir 60 diplomatnya. (foto:jim watson/afp)
Kedutaan besar Rusia di Washington DC mengibarkan bendera setengah tiang, setelah Presiden Trump menguusir 60 diplomatnya. (foto:jim watson/afp)

AS dan Negara-negara di Eropa Bareng-bareng Mengusir Diplomat Rusia

Ngopibareng.id Internasional 27 March 2018 14:31 WIB

Kedutaan besar Rusia mengibarkan bendera setengah tiang di Washington, DC pada hari Senin 26 Maret 2018 setelah Presiden AS Donald Trump mengusir 60 terduga mata-mata Rusia dari AS sebagai respons atas serangan racun terhadap mantan mata-mata di Inggris

Presiden Donald Trump memerintahkan pengusiran 60 tersangka mata-mata Rusia dari AS Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan langkah itu, bagian dari pembalasan terkoordinasi global terhadap Moskow, diambil “sebagai tanggapan atas penggunaan senjata kimia kelas militer oleh Rusia di Inggris.”

Para pejabat mengatakan bahwa 48 perwira intelijen yang diketahui ditempatkan di Amerika Serikat dan 12 lainnya yang ditempatkan di misi Rusia untuk PBB kini memiliki waktu tujuh hari untuk meninggalkan negara itu.

Trump juga telah memerintahkan penutupan konsulat di Seattle, yang menurut para pejabat berfokus pada operasi mata-mata terhadap pangkalan kapal selam Kitsap dan Boeing di dekatnya.

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan bahwa masih ada lebih dari 40 perwira intelijen Rusia yang diketahui beroperasi di Amerika Serikat, tapi “kemampuan pengumpulan (informasi)” Moskow akan berkurang “secara signifikan” akibat langkah tersebut.

Pada 4 Maret, mantan mata-mata Sergei Skripal (66) dan putrinya Yulia (33) ditemukan tidak sadarkan diri, tersungkur di bangku di luar pusat perbelanjaan di Salisbury.

Kanada juga  memerintahkan pengusiran empat diplomat Rusia dan menolak menerima surat kepercayaan tiga diplomat lainnya atas peracunan seorang mantan mata-mata di Inggris.

“Kami mengambil langkah ini sebagai bentuk solidaritas kepada Inggris,” kata Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland.

“Serangan racun saraf di Salisbury, di tanah air mitra dan sekutu dekat Kanada, adalah tindakan keji, mengerikan dan gegabah, yang berpotensi membahayakan nyawa ratusan orang,” katanya.

Selain itu, enam negara Eropa yang pernah dikuasai Moskow mengatakan mereka akan mengusir diplomat Rusia sebagai bentuk solidaritas kepada Inggris. Keputusan yang diambil Republik Ceko, Polandia, Ukraina dan negara Baltik Estonia, Latvia dan Lithuania itu adalah bagian dari respons terkoordinasi yang juga melibatkan negara-negara UE lainnya, Kanada dan Amerika Serikat.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko pada Senin mengatakan di laman Facebook-nya: “Menanggapi serangan kimia sinis di Salisbury, Ukraina, dalam semangat solidaritas dengan mitra kami Inggris dan sekutu transatlantik kami dan dalam koordinasi dengan negara-negara Uni Eropa, memutuskan untuk mengusir 13 diplomat Rusia dari beberapa yang masih tersisa (di Kiev). “

Menteri Luar Negeri Polandia Jacek Czaputowicz mengatakan Warsawa telah menetapkan “persona non grata” terhadap empat diplomat Rusia.

“Empat diplomat Rusia memiliki waktu hingga 3 April tengah malam untuk meninggalkan Polandia. Catatan dengan keempat nama itu telah diserahkan kepada duta besar Rusia,” katanya kepada wartawan.

Menteri Luar Negeri Lithuania Linas Linkevicius mengatakan kepada AFP bahwa tiga pejabat kedutaan besar Rusia diusir “karena kegiatan yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka.”

“Senjata kimia digunakan terhadap warga sipil untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II. Situasi ini tidak biasa dan menuntut tanggapan khusus,” imbuhnya.

Perdana Menteri Ceko Andrej Babis mengatakan kepada wartawan bahwa negaranya akan mengusir tiga diplomat Rusia.

Menteri Luar Negeri Estonia Sven Mikser mengatakan negara Baltik itu mengusir atase militer kedutaan besar Rusia, sementara Kementerian Luar Negeri Latvia mengatakan Riga juga telah mengusir seorang diplomat Rusia.

Denmark, Finlandia dan Belanda Senin kemarin juga  telah memerintahkan pengusiran diplomat Rusia atas peracunan seorang mantan mata-mata dan putrinya di Inggris, saat negara-negara Uni Eropa (UE) menambah tekanan terhadap Moskow.

Denmark, satu-satunya negara Nordik yang menjadi anggota NATO sekaligus UE, dan Belanda mengatakan mereka masing-masing mengusir dua diplomat. Sementara itu, Finlandia – teritorial milik Rusia sampai 1917 – mengatakan mereka mengusir satu orang diplomat.

Swedia, juga negara Nordik anggota UE, belum mengumumkan soal pengusiran.

Denmark, Finlandia dan Belanda termasuk dari 14 negara UE yang mengumumkan pengusiran diplomat Rusia atas serangan racun saraf terhadap mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya Yulia pada 4 Maret. (afp/ant/nas)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Nov 2020 16:30 WIB

WHO Bahas Potensi Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Rusia

Internasional

Lisensi khusus untuk penggunaan darurat.

12 Nov 2020 07:07 WIB

Antinomi Macron, Vladimir Putin Kutip Ayat Al-Quran

Khazanah

Surat Asy-Syura ayat 23 dan Surat al-Nahl ayat 128

09 Nov 2020 21:30 WIB

Pilpres AS, Rusia Enggan Ucapkan Selamat Sebelum Hasil Resmi

Internasional

Vladimir Putin menunggu hasil hitung resmi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...