Baktiono saat berbincang dengan awak media. (Foto: Alief/ngopibareng.id)
PILKADA SURABAYA 2020

Armuji Sudah Sosialisasi, PDIP: Sah-sah Saja Sebelum Rekom Turun

Pilkada 21 January 2020 21:28 WIB

DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya buka suara soal deklarasi dan sosialisasi tersembunyi, Armuji dan Eri Cahyadi, Senin 20 Januari 2020 kemarin, di salah satu gedung pertemuan di Surabaya.

Pertemuan itu, sebenarnya bukan acara deklarasi. Namun, hanya pertemuan antara Armuji dengan seribu lebih Bumantik (ibu-ibu pemantau jentik) di Surabaya. Yang kemudian menarik perhatian adalah, ada banner besar di belakang panggung dengan gambar Eri Cahyadi-Armuji.

Menurut Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Baktiono menyebut jika acara tersebut adalah acara yang diselenggarakan secara pribadi Armuji. Tidak ada kaitannya dengan PDI Perjuangan Kota Surabaya, meskipun Armuji adalah kader PDIP.

"Ya itu acara pribadi, hak pribadi. Terserah mau melakukan apa saja. Itu hak beliau. Itu belum secara resmi deklarasi kan, cuma sosialisasi saja kalau dia mau maju bersama Eri. Tidak berhubungan dengan partai," kata Baktiono kepada ngopibareng.id, Selasa 21 Januari 2020 di ruang Komisi C DPRD Kota Surabaya.

Baktiono berdalih tak hanya Armuji yang dibebaskan untuk melakukan sosialisasi untuk maju dalam pemilihan wali kota. Tapi semua kader yang lain. Termasuk Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana pun diperbolehkan untuk melakukan hal yang sama.

"Mau siapapun juga boleh melakukan itu. Pak Whisnu pun juga boleh. Karena itu acara pribadi, bukan ada kaitannya dengan partai," katanya.

Acara Armuji dengan kelompok yang diduga ibuibu BumantikAcara Armuji dengan kelompok yang diduga ibu-ibu Bumantik

Baktiono menyebut apa yang dilakukan Armuji itu sebagai bagian dari survei internal mereka. Karena, salah satu syarat dari PDIP adalah para calon harus memiliki survei yang apik di akar rumput.

"Seperti survei buat bakal calon wali kota. Fine-fine saja. Salah satu syaratnya agar lolos, ya memiliki survei bagus di rakyat," katanya.

Karena menurut Baktiono, hingga saat ini PDI Perjuangan sama sekali belum mengeluarkan keputusan siapa yang akan mereka usung dalam Pilwali Surabaya. Sehingga, jika ada bakal calon yang melakukan sesuatu, hal itu bukanlah wewenang dan tanggung jawab PDIP.

Selain itu, jika surat rekomendasi sudah keluar, tidak akan mungkin ada bakal calon yang berani melakukan kegiatan kampanye selain arahan partai. Karena, semua harus sesuai dengan patron dan tugas partai yang diputus oleh DPP PDIP.

"Kalau surat sudah turun, dari DPC sampai anak ranting akan bergerak memenangkan. Tidak ada yang membelot," kata Baktiono.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Sep 2020 13:08 WIB

Surat Pengunduran Diri Febri Diansyah Diproses KPK

Nasional

Febri Diansyah mengundurkan diri dari KPK, pemberhentiannya sedang diproses

25 Sep 2020 13:02 WIB

Sinopsis Logan Lucky: Aksi Perampokan di Ajang Balap Mobil

Film

Film Logan Lucky akan tayang di Bioskop Trans TV.

25 Sep 2020 12:45 WIB

BMW Didenda Rp 270 Miliar

Ekonomi dan Bisnis

Di Amerika Serikat BMW didenda 18 juta dolar AS atau sekitar Rp 270 miliar.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...