Ilustrasi arkeolog melakukan penggalian cagar budaya. (Foto: dok/antara)

Arkeolog Teliti Gambar Cadas Pulau Kisar

Nusantara 18 June 2019 07:54 WIB

Tim peneliti Balai Arkeologi Maluku meneliti temuan gambar cadas "Rock Art" di Pulau Kisar (Maluku Barat Daya), Pulau Kaimer, dan Kur di Kepulauan Kei.

Peneliti dari Balar Maluku Lukas Wattimena di Ambon, Selasa, mengatakan tim melakukan penelitian di Kepulauan Kei dan Pulau Kisar masing-masing selama 21 hari.

Tim itu, kata dia, menemukan gambar cadas yang tersebar di seantero pulau dengan berbagai motif, di antaranya motif manusia, cap tangan, lingkaran, matahari, wajah manusia, seks, tarian, serta motif setan atau iblis.

Ia mengatakan wilayah penelitian pada 2019 mencakup Kepulauan Kei dan Maluku Barat Daya karena rekam penelitian kedua wilayah tersebut telah dimulai sejak 1988 oleh Chris Ballard dengan temuan gambar cadas di situs Ohoidertwaun.

Selain itu, Handoko di situs Pulau Kaimear dan Sue O'Connor pada 2015, yakni situs gambar cadas di Pulau Kisar dan Pulau Wetang pada 2017.

Penelitian yang dilakukan pihaknya, fokus di Pulau Kisar dengan 25 titik lokasi pengamatan, 15 lokasi yakni 12 ceruk dan tiga di antarannya memiliki gambar cadas.

Sebanyak lima lokasi memiliki lutur batu di pelataran ceruk atau gua, satu gua memiliki pecahan wadah tembikar di permukaan tanah, dan lima lokasi lainnya tidak menemukan tinggalan arkeologi.

Lukas menyatakan secara khusus untuk gambar cadas yang ditemukan beragam bentuk, seperti cap tangan, figur manusia, ikan, lingkaran, garis-garis vertikal, dan horizontal,

Di Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan penelitian dilakukan di 53 lokasi pengamatan, 31 lokasi di antara memiliki gambar cadas, yakni lima bongkahan batu, 16 ceruk, sembilan gua dan satu tebing, empat lokasi gua atau ceruk memiliki fragmen pecahan wadah tembikar, satu lokasi memiliki lutur batu di pelataran ceruk, dan 17 lokasi lainnya tidak ditemukan peninggalan arkeologi.

Secara khusus, untuk gambar cadas yang ditemukan beragam bentuk, seperti cap tangan, figur manusia, perahu ikan, lingkaran geometris, garis-garis vertikal, dan horizontal.

Penelitian di Pulau Kaimer dan Kur Kei Kecil, data penelitian yang diuraikan adalah hasil survei yang dilakukan di gugusan Kepulauan Kei.

Setidaknya tiga pulau yang disurvei, meliputi Pulau Kur dan Kaimer di wilayah administrasi Kota Tual dan Pulai Kei Kecil di wilayah administrasi Kabupaten Maluku Tenggara.

Di Pulau Kur, survei dilakukan hampir di seluruh pesisir pantai dengan pengamatan terhadap 24 lokasi, meliputi 19 ceruk, empat gua, dan satu lokasi terbuka.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, sedikitnya lima ceruk dan satu situs terbuka memiliki potensi arkeologi. Di Pulau Kaimear, satu situs yang memiliki gambar cadas yang telah direkam. Di Pulau Kei Kecil pengamatan dilakukan di 14 lokasi, tiga lokasi di antaranya memiliki potensi arkeologi. (ant)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Dec 2019 17:50 WIB

Penemuan Yoni di Malang, Arkeolog: Simbol Pemujaan Lingga

Seni dan Budaya

Yoni merupakan simbol gender perempuan

31 Oct 2019 03:22 WIB

Benda Prasejarah Peninggalan Megalitik Ditemukan di Jayapura

Warta Bumi

Benda peninggalan Megalitik ini berbentuk papan batu.

09 Oct 2019 14:12 WIB

Kota Kuno Berusia Lebih 5000 Tahun Ditemukan di Dasar Israel

Internasional

Para arkeolog menyebut kota kuno ini sebagai New York Zaman Perunggu.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.