Aramco Terbakar, Serangan Drone di Pabrik Minyak Arab Saudi

14 Sep 2019 19:44 Internasional

Pabrik minyak milik Arab Saudi, Aramco terbakar, Sabtu dini hari 14 September 2019. Hal itu disebabkan adanya serangan drone. Serangan terjadi di dua fasilitas utama Aramco di Abqaiq dan Khurais, kawasan timur Saudi, itu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Serangan di pabrik minyak Aramco terjadi pada pukul 04.00 waktu setempat. Dua kebakaran itu bisa diatasi dengan baik," kata keterangan resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Sebagaimana dikutip kantor berita SPA via AFP, dalam pernyataan itu, disebutkan, kementerian menyatakan bahwa pemerintah tengah menggelar penyelidikan di wilayah yang masuk Provinsi Timur itu.

Tidak dijelaskan dari mana drone itu berasal, atau apakah ada korban jiwa, serta apakah proses produksi dari dua kilang itu terpengaruh akibat serangan.

Penjelasan mengenai kerugian yang diderita Aramco akibat serangan itu tidak dipaparkan, dengan jurnalis dilarang mendekat ke lokasi kejadian.

Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok pemberontak asal Yaman Houthi melakukan lintas wilayah yang menargetkan pangkalan udara atau fasilitas penting lain.

Agustus lalu, Houthi menyerang fasilitas pencairan gas alam Aramco yang dekat dengan perbatasan Uni Emirat Arab dan memicu kebakaran.

Drone kelompok pemberontak itu juga diterbangkan untuk menghantam dua kilang minyak yang berlokasi pada Mei dan memaksa tempat itu tutup selama beberapa hari.

Serangan yang semakin meningkat menunjukkan semakin canggihnya senjata yang dipunyai Houthi, dari rudal balistik hingga pesawat nirawak.

Kecanggihan senjata itu menjadi ancaman serius bagi negara kuat seperti Saudi, apalagi serangan itu kerap menargetkan pabrik minyak mereka.

Fasilitas Abqaiq, sekitar 60 km dari markas Aramco di Dhahran, merupakan rumah bagi fasilitas penyulingan terbesar dan pernah diincar di masa lalu.

Dalam serangan yang diklaim Al Qaeda 2006, pelaku menggunakan kendaraan dan rompi bom bunuh diri meledak saat mendekati fasilitas dan membunuh dua penjaga keamanan.

Pada saat itu, pemerintah menuturkan bahwa dua pelaku serangan lainnya juga tewas sebelum mendekati mereka fasilitas Abqaiq tersebut. Kemudian pada 2014, pengadilan Saudi menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pria atas perannya dalam serangan 2006.

Dua terdakwa lain yang berasal dari Saudi dipenjara 33 dan 27 tahun. Adapun Khurais yang berlokasi sekitar 250 km dari Dhahran adalah ladang minyak utama yang dipunyai oleh Aramco.

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini