Ibu Kota Riyadh di Arab Saudi saat diberlakukan jam malam. (Foto:Reuters)

Arab Saudi Diperlonggar, Tapi Haji dan Umroh Belum Ditentukan

Internasional 26 May 2020 20:52 WIB

Mulai 21 Juni mendatang Arab Saudi akan mencabut aturan jam malam di beberapa daerah, kecuali kota suci Mekkah. Walaupun demikian, ibadah haji dan umrah, yang menarik jutaan pengunjung dari seluruh dunia, akan tetap ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Pencabutan jam malam menandai pelonggaran pembatasan pergerakan dan perjalanan secara bertahap oleh otoritas di Arab Saudi.

Pemerintah setempat berencana melonggarkan beberapa aturan pembatasan mulai minggu ini setelah lebih dari dua bulan memberlakukan aturan ketat kepada masyarakat guna menekan penyebaran virus corona jenis baru, SARS-CoV-2, penyebab COVID-19.

Arab Saudi, negara dengan sistem kerajaan di Asia Barat, sejauh ini mencatat 74.795 orang tertular COVID-19 dan 399 di antaranya meninggal dunia. Lebih dari 2.000 kasus COVID-19 baru masih ditemukan tiap hari di Arab Saudi.

Tahapan pertama pelonggaran, yang akan berlaku Kamis 28 Mei  akan mengurangi waktu jam malam dari 24 jam penuh sampai hanya pada pukul 15:00-06:00 waktu setempat.

Perjalanan lintas daerah akan kembali diperbolehkan, begitu juga dengan kegiatan sektor ritel dan pusat perbelanjaan, seperti mal, akan diizinkan kembali beroperasi.

Arab Saudi sempat memberlakukan jam malam selama 24 jam di sebagian besar kota dan daerah, tetapi aturan itu sempat diperlonggar selama bulan suci Ramadhan.

Aturan jam malam selama 24 jam penuh kembali diberlakukan selama libur Idul Fitri selama lima hari, yang dimulai pada Minggu lalu.

Warga akan kembali diperbolehkan bergerak bebas mulai pukul 06:00 sampai 20:00 waktu setempat mulai 30 Mei, menurut laporan kantor berita Saudi Press Agency. Layanan penerbangan dalam negeri juga akan kembali beroperasi, tetapi pelarangan terhadap penerbangan internasional tetap berlaku.

Masjid juga dapat menggelar ibadah jamaah dengan tetap menerapkan aturan jaga jarak serta memelihara kebersihan. Walaupun demikian, pembatasan kunjungan ke masjid di Mekkah masih berlaku.

Pegawai sektor publik dan swasta juga akan diizinkan kembali bekerja di kantor.

Sementara itu, perkumpulan massa lebih dari 50 orang tetap tidak diperbolehkan di Arab Saudi. Aturan itu merujuk pada acara pernikahan dan pemakaman.

Setelah 21 Juni, seluruh warga di Arab Saudi diwajibkan mengenakan masker selama berada di luar ruangan, menjaga kebersihan pribadi dan menjaga jarak satu sama lain.

Pelonggaran aturan di Mekkah akan lebih lama diterapkan daripada di kota lain. Jam malam di kota suci itu akan disesuaikan mulai pukul 15:00 sampai 06:00 waktu setempat sampai 20 Juni.

Jam malam nantinya akan diubah jadi mulai pukul 20:00 waktu setempat.

Jamaah di Kota Mekkah diperbolehkan melakukan ibadah di masjid mulai 21 Juni.(ant/rtr)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Jul 2020 04:41 WIB

6 Pesan Penting Habib Syech untuk Kader Muda Perkuat Jati Diri

Khazanah

Tetap semangat dan taati protokol kesehatan di masa pandemi

06 Jul 2020 03:49 WIB

KH Ahmad Qusyairi Shiddiq, Karyanya Diapresiasi Sayid Al-Maliki

Khazanah

Kelebihan ulama pesantren dan kemampuan sastrawi

06 Jul 2020 02:22 WIB

Semangat Berkurban, Umat Islam Memiliki Sikap Global

Khazanah

Sambut Idul Adha di masa pandemi Covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...