Para pengemudi taksi aplikasi Careem sedang ngobrol di Kota Al Khobar, wilayah utara Arab Saudi . (Foto:Arab News)

Arab Saudi Butuh 20 Ribu Pengemudi, Terutama Perempuan

Feature 09 January 2020 15:52 WIB

Arab Saudi membutuhkan 20.000 pengemudi, terutama para perempuan, untuk menggantikan para pengemudi asing.

Pejabat otoritas angkutan umum setempat, Majed Al-Zahrani mengatakan, pihak sedang melakukan kampanye untuk merekrut 20.000 pengemudi warga negara Arab Saudi, untuk menggantikan ekspatriat yang bekerja layanan taksi aplikasi Uber dan Careem.

Jumlah pengemudi taksi warga Arab Saudi telah meningkat dari 100.000 menjadi lebih dari 600.000 sejak 2016, setelah negara kerajaan ini memulangkan jutaan warga asing. 

"Kami siap melakukan Saudiisasi sektor ini," kata Majed Al-Zahrani, seperti dikutip dari Arab News.

Pekerjaan itu menjadi sangat populer di kalangan wanita sejak larangan mereka mengemudi di Kerajaan dicabut pada Juni 2018. "Jumlah pengemudi wanita Saudi yang bekerja di taksi aplikasi ini telah mencapai 2.000 orang. Angka itu akan terus meningkat karena pendapatan yang baik dan lingkungan kerja yang aman," katanya.

Otoritas angkutan umum bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Arab Saudi melakukan pengawalan agar peraturan Saudiisasi pengemudi taksi aplikasi ini bisa ditegakkan. Setiap pengemudi warga asing yang didapati bekerja secara ilegal akan didenda SR5,000 atau sektar Rp 18,5 juta.

Melonjaknya jumlah perempuan pengemudi taksi tidak mengejutkan.  Kariman Khaled Al-Ghamdi, yang mengemudi untuk Careem mengatakan, "Keluarga Saudi terus-menerus meminta pengemudi wanita," katanya.

Kariman Khaled Al-Ghamdi sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi, pensiun pada usia 46, dan mencari pekerjaan lain untuk meningkatkan penghasilannya.

Dengan SIM dari AS dan Kuwait serta Arab Saudi, dan telah tinggal di luar negeri, dia merasa cocok untuk pekerjaan itu.

Jamilah Al-Mahmoudi, dari Mekah, bergabung dengan Uber sejak tujuh bulan lalu, dan merasa pekerjaan ini sangat tepat untuknya.

"Saya memberhentikan sopir pribadi saya, dan  sekarang saya mengemudi sendiri untuk melayani para jamaah yang melakukan ibadah umroh di Mekah. Pekerjaan ini benar-benar saya nikmati," katanya. (nas/an)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Apr 2020 10:20 WIB

Usir Suami di Ranjang, Fatwa Ulama Terkemuka Arab Saudi

Islam Sehari-hari

Bila tak patuhi protokol cegah Virus Corona

02 Apr 2020 16:30 WIB

Stok Darah Menipis, Whisnu Datangi PMI Surabaya

Surabaya

Upaya ini untuk mengajak kader partai PDIP untuk melakukan aksi kemanusiaan

02 Apr 2020 10:30 WIB

Munajat Al-Hujrah As-Syarifah, Ikhtiar Menghentikan Corona

Khazanah

Catatan Agus Maftuh Abegebriel, Dubes RI di Ryadh, Arab Saudi

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.